Breaking News:

Ratusan Orang Marah dan Bakar Kantor Disnaker Karena Tidak Lulus Tes CPNS

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal, di Jayapura, saat dihubungi, Kamis malam, membenarkan peristiwa pembakaran kantor

Editor: Eko Setiawan
DOKUMENTASI WARGA/RAHAYU
Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom yang dirusak dan dibakar ratusan warga, Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNBATAM.id |JAYAPURA - Sebanyak 250 orang merusak dan membakar kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom, Papua, pada Kamis (1/10/2020) sore.

Mereka diduga kecewa karena tidak lolos dalam tes calon pegawai negeri sipil di Kabupaten Keerom tahun 2019. Dari aksi ini, polisi telah menangkap tiga orang.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal, di Jayapura, saat dihubungi, Kamis malam, membenarkan peristiwa pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom.

Menurut dia, perusakan dan pembakaran kantor terjadi pasca-pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil via daring pada pukul 15.15 WIT.

”Massa yang datang dari sejumlah kecamatan tidak terima dengan hasil yang diumumkan secara daring.

Mereka pun melampiaskan amarahnya dengan membakar kantor tersebut,” kata Ahmad.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal

KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal

Ahmad menuturkan, sebanyak satu kompi atau sekitar 100 personel telah berupaya maksimal untuk menghentikan aksi massa. Namun, jumlah massa yang terlibat jauh lebih banyak.

”Saat ini kami telah mengamankan tiga orang di sekitar lokasi kejadian. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Markas Polres Keerom,” kata Ahmad.

Baca juga: Tak Lulus Tes CPNS, Sejumlah Warga Rusak Tiga Kantor di Mappi

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengaku, pihaknya sangat menyesalkan aksi pembakaran fasilitas milik negara. Padahal, pemerintah pusat telah memberikan kuota penerimaan 80 persen warga setempat dalam tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Keerom.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw di Jayapura, Kamis (24/9/2020).
KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw di Jayapura, Kamis (24/9/2020).

Ia pun menegaskan, seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom harus diproses hukum. ”Saya telah menginstruksikan Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Matias Fakhiri untuk memantau langsung situasi keamanan di Keerom. Kami akan mencegah terjadinya gangguan keamanan di tengah pelaksanaan pilkada di kabupaten ini,” katanya.

Baca juga: Kantor BKD Mamberamo Raya Dibakar Ratusan Warga

Penjabat Bupati Keerom Ridwan Rumasukun mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pengertian bagi warga yang tidak lulus tes CPNS.

”Saya mengambil keputusan untuk mengumumkan hasil tes CPNS karena telah tertunda selama empat bulan. Padahal, pengumuman hasil tes di kabupaten lain telah tuntas,” kata Ridwan.


Berita ini pernah terbit di Kompas.com dengan Judul Kecewa Tak Lolos Tes CPNS, Ratusan Orang Bakar Kantor Disnaker Keerom

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved