Gaji Tenaga Medis di India Belum Dibayar, Hadapi Tekanan Mental di Tengah Wabah Covid-19
Rumah sakit di India sedang mengalami krisis pendanaan yang diperburuk oleh pandemi Covid-19. Sejumlah tenaga medis belum dibayarkan gajinya.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, NEW DELHI - Bukan hanya kemungkinan tertular virus Corona yang membuat Dr Rohit Tiwari khawatir.
Dia juga stres karena bisa membayar sewa tepat waktu bulan ini.
Dokter anak berusia 31 tahun itu bekerja di Rumah Sakit Hindu Rao, sebuah rumah sakit pemerintah yang ditunjuk Covid-19 di Delhi.
Dan seperti rekan-rekannya dan petugas kesehatan lainnya, dia belum dibayar sejak Juni.
Rumah sakit, yang dijalankan oleh Perusahaan Kota Delhi (MCD), sedang mengalami krisis pendanaan yang diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah merugikan pendapatan.
Tetapi juga karena dana diblokir oleh pemerintah Delhi, kata Korporasi Kota Delhi Utara, Walikota Jai Prakash.
• Drama India Chandra Nandini Tayang Lagi, Shweta Basu Prasad Pernah Diterpa Gosip Prostitusi
Pemerintah Delhi membantah tuduhan tersebut.
Petugas kesehatan yang belum dibayar sejak 18 Juni akan melakukan protes mulai Sabtu (3/10/2020).
Mereka telah menjalankan kampanye online untuk menyoroti masalah mereka.
"Sejak pandemi (dimulai), gaji kami sangat tidak teratur. Kami belum mendapatkan gaji kami dalam 109 hari," kata Dr Tiwari, yang juga pernah melakukan tugas tes Covid-19.
"Saya hampir meminjam lagi (untuk membayar sewa) dari orang tua saya jika (gaji) tidak datang dalam 15 hingga 20 hari ke depan. Ini jelas sulit. Semua orang bekerja dan situasi ini berdampak buruk. "
Ketika pandemi virus Corona merajalela di India, petugas kesehatan dari dokter hingga perawat merasakan ketegangan.
Beberapa harus menghadapi gaji yang tidak tetap atau bahkan pemotongan gaji.
Lainnya, dengan masih tingginya jumlah penderita yang telah melakukan uji coba parah terhadap infrastruktur kesehatan di negara Asia Selatan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/polisi-di-india-kenakan-helm-berbentuk-virus-corona.jpg)