Jumat, 17 April 2026

VIRUS CORONA DI INDONESIA

Pemerintah Bantah Mencla-mencle, Jokowi: Jangan Sok-sokan Lakukan Lockdown

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta publik tak menganggap pemerintah bersikap mencla-mencle terkait penyesuaian kebijakan di tengah pandemi Covid

|
Biro Pers Sekretariat Presiden Presiden Jokowi menyapa sejumlah tenaga medis yang menangani Covid-19 melalui video yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (27/9/2020).
Presiden Jokowi menyapa sejumlah tenaga medis yang menangani Covid-19 melalui video yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Ahad (27/9/2020). 

Pemerintah Bantah Mencla-mencle, Jokowi: Jangan Sok-sokan Lakukan Lockdown

TRIBUNBATAM.ID - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta publik tak menganggap pemerintah bersikap mencla-mencle terkait penyesuaian kebijakan di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 merupakan masalah baru yang terjadi di seluruh negara, di mana belum ada negara yang dapat mengklaim telah memiliki solusi terbaik.

Desember Vaksin Covid-19 Akan Diberikan ke Rakyat Indonesia, Jokowi: Tahun Depan Sudah Normal

Setelah Vaksin Disuntikan, Jokowi Optimis Dunia Pariwisata Akan Kembali Bergejolak

Dalam video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden pada Sabtu (3/10/2020), Jokowi juga menilai lockdown di tingkat kota, kabupaten dan provinsi bukan solusi tepat menekan angka penyebaran Covid-19.

Pasalnya, menurut Jokowi, lockdown di tingkat kota, kabupaten dan provinsi dapat mengorbankan kehidupan masyarakat.

Gatot Nurmantyo Pernah Tolak Tawaran Presiden Jokowi Jadi Menhan, Kini Memprakarsai KAMI

Anies Baswedan Rencanakan Perpanjangan PSBB Hingga 11 Oktober, Jokowi: Akan Merugikan Banyak Orang

"Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat," kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10/2020).

Jokowi menuturkan, strategi pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 adalah mencari titik keseimbangan antara kepentingan kesehatan masyarakat dan kepentingan ekonomi.

Curhatan Tenaga Medis Covid-19 ke Presiden Jokowi, Sudah 5 Bulan Bekerja, Jarang Ketemu Keluaraga

Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya penerapan pembatasan sosial berskala mikro atau micro-lockdown ketimbang melakukan lockdown di tingkat kota, kabupaten atau provinsi.

"Kita buat lebih terarah, spesifik, fokus, tajam untuk mengatasi masalah Covid-19 tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat, ini yang harus kita lakukan," kata Jokowi.

Menhan Prabowo Subianto Tanam Singkong, Sebut Perintah Langsung Presiden Jokowi

Jokowi juga meminta publik untuk tidak menganggap pemerintah bersikap mencla-mencle terkait penyesuaian kebijakan di tengah pandemi Covid-19.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan, pandemi Covid-19 merupakan masalah baru yang terjadi di seluruh negara, di mana belum ada negara yang dapat mengklaim telah memiliki solusi terbaik.

Jokowi Gesa Perencanaan Vaksin, Minta Selesai Dalam 2 Bulan

Jokowi Kabulkan Permintaan Prabowo, 2 Brigjen TNI Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

"Tiap negara juga berbeda-beda masalahnya, berbeda cara dalam menanganinya, jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita," kata Jokowi.

.

.

.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jokowi: Tidak Perlu Sok-sokan Me-lockdown Provinsi

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved