Selasa, 5 Mei 2026

Bukan dari Sekretaris Kepresidenan, Donald Trump Beberkan Awal Mula Terpapar Covid-19

Beberapa waktu lalu, saat wawancara dengan Fox News, Trump mengklaim tertular dari Sekretaris Kepresidenan, Hope Hicks, yang dicurigai terinfeksi dari

Tayang:
Youtube Channel News Asia
Presiden AS Donald Trump turun dari helikopter Marine One, diikuti oleh Kepala Staf Gedung Putih, Mark Meadows saat dia tiba di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, Jumat, (2/10/2020). 

Editor: Lia Sisvita Dinatri

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Donald Trump membeberkan bagaimana awalnya ia bisa terpapar virus Corona.

Presiden Amerika Serikat (AS) itu sebelumnya menduga terinfeksi Covid-19 usai menghadiri acara keluarga mendiang para tentara AS, Gold Star Family.

Gedung Putih mengadakan acara untuk menghormati keluarga Gold Star pada Minggu 27 September lalu.

Mereka yang hadir tidak diatur jarak aman dan tidak menggunakan masker, padahal dua hal tersebut merupakan protokol wajib di masa pandemi virus Corona

Trump mengaku telah berinteraksi dengan banyak orang di acara itu. 

"Ini (virus corona) sangat sangat kecil, seperti sepotong debu mikroskopis. Itu masuk ke hidung, mulut atau mata Anda, langsung, atau sesuatu yang lain atau Anda menyentuh sesuatu. 

Jadi, saya mengerti, dan kemudian Anda menjadi lebih baik," kata Trump, Kamis (8/10/2020) pagi, saat wawancara melalui telepon di Fox Business. 

Komentar Trump sangat berbeda dari yang sebelumnya. Beberapa waktu lalu, saat wawancara dengan Fox News, Trump mengklaim tertular dari Sekretaris Kepresidenan, Hope Hicks, yang dicurigai terinfeksi dari anggota militer atau penegak hukum. 

"Sangat, sangat sulit ketika Anda bersama orang-orang dari militer atau penegak hukum, dan mereka mendatangi Anda dan mereka ingin memeluk Anda dan mereka ingin mencium Anda, karena kami benar-benar telah melakukan pekerjaan yang baik untuk mereka. Dan Anda mendekat dan segalanya terjadi," kata Trump

Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti bagaimana Trump dan pejabat Gedung Putih yang lain tertular virus. 

Meski hanya karena seseorang dites positif, lebih cepat daripada orang lain, tidak berarti orang itu dapat dikatakan sebagai penyebar virus. 

Gedung Putih sendiri sangat bergantung pada rapid test antigen yang nyatanya tidak dapat diandalkan. 

Taylor Swift Dukung Joe Biden dalam Pilpres AS, Sebut Pesaing Trump itu sebagai The 1

Gunakan UU Aborsi sebagai Senjata, Trump Serang Biden setelah Tertinggal Jauh dari Rivalnya

Mereka belum melakukan upaya serupa dalam pelacakan kontak cepat untuk menentukan potensi penyebaran.

Trump juga mengadakan banyak acara yang mengabaikan jarak sosial dan pemakaian masker sebelum terinfeksi, sebagian besar di dalam ruangan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved