Selasa, 19 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Pakai Boneka Tangan, Begini Keunikan Wayang Cecak Khas Kepri, Gabungan Dua Budaya

Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tayang:
Disbud Kepri
WAYANG CECAK - Wayang cecak ini diiringi alunan musik seperti biola, akordion, gendang, dan gong sampai cerita berkahir. Khas sekali kental dengan nuansa Melayu. FOTO: pentas wayang cecak 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id, Tanjungpinang - Indonesia memiliki segudang kebudayaan dan kesenian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah wayang.

Kita mungkin lebih mengenal wayang yang berasal dari Jawa maupun Sunda.

Padahal, masyarakat Melayu juga memiliki kesenian wayang.

Selain Jawa, Kepulauan Riau ternyata juga memiliki pertunjukan wayang yang tak kalah unik dari yang ada di Jawa.

Bukan wayang kulit, wayang khas Kepulauan Riau adalah wayang cecak.

Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian yang berasal dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kesenian ini berupa sastra lisan yang dipertunjukkan melalui media wayang.

Menggabungkan budaya Tionghoa dan Melayu, kesenian ini menggunakan boneka tangan sebagai pemerannya.

Boneka yang terbuat dari kain perca tersebut dimainkan oleh dalang dengan cerita yang menggambarkan kehidupan.

Sebagai latar panggungnya, terdapat sebuah kotak berukuran 2x3 meter untuk tempat memainkan wayang.

Di kotak itulah boneka wayang digerakkan oleh tangan sang dalang dari belakang.

MENGENAL Tarian Persembahan Alias Sekapur Sirih, Tari Khas Melayu Penyambut Tamu Agung

Filosofi

Melansir situs resmi Disbud Kepri, kesenian Wayang Cecak memiliki kandungan filosofi, terutama filosofi hidup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved