Kamis, 11 Juni 2026

Sosok Syahganda Nainggolan, Aktivis KAMI yang Ditangkap Polisi Karena Singgung Menhan Prabowo

Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Setiawan
Tangkapan layar YouTube Realita TV via Tribunnewswiki
SYAHGANDA NAINGGOLAN - Petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan ditangkap polisi. FOTO: Tangkapan layar YouTube Realita TV 

TRIBUNBATAM.id |JAKARTA - Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ia ditangkap karena menyinggung Menhan Prabowo dalam Twit nya di akun Twitter Pribadinya.

Syahganda Nainggolan ditangkap di rumahnya di Depok, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020) subuh.

"Ya benar (ditangkap) oleh Siber," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Antisipasi Gas Elpiji 3 Kg Langka, Disperindag Bintan Ajukan Penambahan 2 LO ke Pertamina

Baca juga: Berita Populer Hari Ini: Suami Murka Lihat Istri Selingkuh & Pelabuhan Batam Centre Jadi Entry Point

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menambahkan, Syahganda diduga melanggar UU ITE.

Namun demikian, belum diketahui secara rinci mengenai kronologi penangkapan Syahganda Nainggolan.

Termasuk, penjelasan pelanggaran yang dilakukan petinggi KAMI tersebut.

Lantas, siapakah sosok Syahganda Nainggolan? Berikut profil aktivis KAMI tersebut sebagaiman dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Dirikan Sabang-Merauke Circle (SMC)

Masih dari Kompas.com, Syahganda Nainggolan membentuk pusat kajian kebijakan publik Sabang-Merauke Circle (SMC) pada pertengahan 2010.

Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur SMC.

Pusat kajian kebijakan publik itu dibentuk Syahganda bersama sejumlah aktivis era 80-an asal Institut Teknologi Bandung (ITB).

Para aktivis merasa prihatin atas merosotnya nasionalisme atau rasa cinta tanah air dalam tubuh bangsa.

Diberitakan Kompas.com pada Juli 2010, deklarasi SMC dilakukan di Jakarta pada Rabu (28/7/2010).

Syahganda mengatakan, kajian SMC akan mengungkap persoalan seputar nasionalisme, kepemimpinan, daya saing nasional dan kesejahteraan rakyat.

"Dengan demikian, para pakar yang diundang tersebut akan berpidato dengan menajamkan arti serta masalah krusial nasionalisme yang kita hadapi," kata Syahganda, Juli 2010.

2. Dikaitkan dengan @TrioMacan2000

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved