Raja Malaysia Tunda Pertemuan dengan Dua Sekutu Anwar Ibrahim, Lim Guan Eng dan Mat Sabu
Rencananya, mereka akan bertemu dengan raja dalam jadwal yang berbeda. Dalam sebuah pernyataan, keduanya mengungkapkan bahwa, sekretaris pribadi raja
TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Raja Malaysia dikabarkan menunda semua pertemuan dengan dua sekutu pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, untuk meminta pandangan terkait dengan klaim pemerintahan saat ini kehilangan dukungan parlemen.
Keduanya yakni Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokratik (DAP), Lim Guan Eng dan Presiden Partai Amanah Negara (Amanah), Mohamad Sabu.
Rencananya, mereka akan bertemu dengan raja dalam jadwal yang berbeda. Dalam sebuah pernyataan, keduanya mengungkapkan bahwa, sekretaris pribadi raja telah menunda pertemuan tersebut.
"Namun, kemarin sekretaris pribadi senior Yang Mulia memberi tahu kami bahwa kedua sesi di hadapan Yang Mulia telah ditunda," kata mereka dikutip dari The Straits Times, Rabu (14/10/2020).
Adapun dalam pernyataan tersebut terungkap, bahwa Lim awalnya dijadwalkan untuk menemui raja pada hari ini, Rabu, (14/10), sementara Mohamad atau Mat Sabu pada 21 Oktober.
Namun, pertemuan itu ditunda karena Malaysia kembali menerapkan pembatasan sosial.
Undangan raja juga ditujukan kepada Anggota Parlemen Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah. Ia dipanggil untuk tentang kapasitasnya sebagai anggota parlemen terlama.
Sekretaris politik Tengku Razaleigh, Mohd Lokman Ghani, mengatakan bahwa audiensi diberikan karena raja ingin mendengar pendapat Tengku Razaleigh tentang situasi politik saat ini di negara tersebut.
"Itu adalah pertemuan empat mata bagi Tengku Razaleigh untuk berbagi pandangannya dengan Raja. Itu semua yang aku tahu," ucapnya.
"Tengku Razaleigh dipanggil untuk audiensi kerajaan atas kapasitasnya sebagai pemimpin paling berpengalaman dan paling dewasa dalam politik negara, dan juga sebagai individu yang telah melayani dengan semua perdana menteri Malaysia," katanya.
Anwar menyatakan dalam pertemuan dengan raja di istana, dia mengungkapkan dukungan dari parlemen kepadanya untuk menjadi Perdana Menteri baru Malaysia. Namun, Anwar meminta supaya rakyat bersabar karena belum ada keputusan politik terkait hal tersebut.
Baca juga: Satu Jam di Istana Negara, Anwar Ibrahim Klaim Paparkan Dokumen Dukungan ke Raja Malaysia
Baca juga: Tak Terlihat saat Kampanye Donald Trump, Bagaimana Kondisi Ibu Negara Melania?
"Saya akan mengimbau rakyat Malaysia untuk melatih kesabaran, kebijaksanaan dan untuk membiarkan raja mencerna, memutuskan berdasarkan semangat Konstitusi dan kebijaksanaan Yang Mulia," ucapnya, Selasa kemarin.
Anwar menekankan bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah kehilangan dukungan mayoritas di parlemen dan patut mengundurkan diri.
Menurut Anwar, pertemuan dengan raja bukan tentang menang atau kalah, tetapi untuk membangun negara yang "progresif dan adil" untuk mengatasi Covid-19 dan meningkatkan perekonomian.
Lebih lanjut, Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia itu menegaskan bahwa dia mendapatkan dukungan lebih dari 120 anggota parlemen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pemimpin-oposisi-lim-guan-eng-dan-mohamad.jpg)