Breaking News:

ADVERTORIAL

Rekrutmen BP Batam Dinilai Membingungkan, Karyawan ATB Enggan Bergabung?

Karyawan yang mendapat email perekrutan langsung dari BP Batam merasa kebingungan, karena mereka merasa masih dalam naungan ATB

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
ATB - Karyawan ATB. Rekrutmen BP Batam membingungkan karyawan ATB, sehingga banyak yang enggan bergabung. 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Proses rekrutmen Badan Pengusahaan (BP) Batam justru menimbulkan kebingungan di internal karyawan PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Surat elektronik yang dikirimkan BP Batam langsung kepada karyawan ATB bukannya menjadi kabar baik, tapi justru menimbulkan keengganan bergabung.

BP Batam mengirimkan langsung surat elektronik ke masing-masing karyawan ATB, walaupun status mereka masih bernaung di bawah perusahaan. Karyawan yang mendapat email langsung dari BP Batam merasa kebingungan, karena mereka merasa masih dalam naungan ATB.

“Selayaknya bagian dari suatu perusahaan, mereka beranggapan surat yang dikirim oleh BP Batam harusnya melalui ATB, seperti ketika menawarkan karyawan untuk bergabung ke SBU. Karyawan bingung cari informasi kemana sementara syarat yang diminta bisa menabrak kode etik,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ATB sendiri memang telah memutuskan untuk mengakhiri masa kerja karyawan setelah konsesi dengan BP Batam berakhir. ATB juga berkomitmen untuk membayar pesangon karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, ATB tetap memberikan opsi untuk bergabung kembali bersama perusahaan, dengan fasilitas yang sama dengan sebelumnya sampai tahun 2021. Kesempatan ini diberikan mengingat masih ada masa selama 6 bulan, setelah masa konsesi ATB dengan BP Batam berakhir.

“Jadi, kami juga memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin bergabung kembali dengan ATB setelah masa konsesi berakhir,” ungkapnya.

Di lain pihak, BP Batam berniat merekrut karyawan ATB untuk menjalankan operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) setelah konsesi dengan ATB berakhir.

Menurut Maria, sebagai lembaga yang profesional, harusnya BP Batam memahami bahwa ada etika dan aturan dalam perusahaan yang harus dijunjung oleh karyawan. Dengan demikian, BP Batam harus memperhatikan hal tersebut saat memberikan penawaran kepada karyawan.

Namun pada praktiknya, tawaran yang diberikan oleh BP Batam tidak memperhatikan aturan dan etika di internal perusahaan. Karyawan diminta melampirkan sejumlah syarat yang merupakan dokumen perusahaan yang tidak boleh disebarluaskan.

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved