SETAHUN JOKOWI MARUF
Setahun Jokowi-Maruf Amin, Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak dari Tahun ke Tahun
Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tepat berusia satu tahun pada 20 Oktober 2020, utang luar negeri terus melonjak
TRIBUNBATAM.id - Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tepat berusia satu tahun pada 20 Oktober 2020.
Berbagai peristiwa dan momen penting mewarnai perjalanan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.
Menjelang peringatan setahun Jokowi-Maruf Amin, pemerintah sedang digoyang dengan demo penolakan UU Cipta Kerja.
Kalangan buruh, mahasiswa lakukan demo penolakan di berbagai kota, termasuk di Jakarta.
Bahkan demo berujung rusuh.
Bareskrim Mabes Polri menangkap 9 orang aktivis KAMI yang dianggap menyebarkan ujaran kebencian.
Dari sisi ekonomi, utang luar negeri ( ULN) Indonesia melonjak dari tahun ke tahun.
Jika dihitung dari periode pertama Presiden Joko Widodo ( Jokowi), ada lonjakan ULN cukup besar, baik dari utang swasta maupun utang pemerintah.
Baca juga: Setahun Memimpin, Ini Isi Pidato Pertama Jokowi saat Dilantik, Bahas UU Cipta Kerja dan Poin Ini
Dihimpun dari data yang dirilis oleh Bank Indonesia ( BI), Senin (19/10/2020), pada kuartal IV-2014 atau saat Presiden Jokowi baru menjabat, ULN Indonesia tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS.
Sementara pada data BI yang dirilis Juli 2020, ULN Indonesia sudah meningkat tajam dibandingkan periode awal Jokowi yakni sebesar 409,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.063 triliun (kurs Rp 14.800).
Berikut data kenaikan utang luar negeri dari tahun 2014 hingga 2020.
Kuartal IV-2014
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 tercatat sebesar 292,6 miliar dollar AS.
Meski demikian, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) dan debt service ratio (DSR) mengalami penurunan masing-masing dari 33,3 persen dan 46,4 persen pada triwulan III-2014 menjadi 32,9 persen dan 46,2 persen pada triwulan IV-2014.
Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV-2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar 129,7 miliar dollar AS (44,3 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 162,8 miliar dollar AS (55,7 persen dari total ULN).
Kuartal IV-2015