Sabtu, 18 April 2026

TRIBUN WIKI

Dikenal Paling Berbahaya, Apa Itu Serangan Jantung Widowmaker? Pahami Gejalanya!

Serangan jantung yang paling berbahaya dan berisiko tinggi memicu kematian adalah serangan jantung widowmaker.

freepik.com
SERANGAN JANTUNG WIDOWMAKER - Serangan jantung widowmaker merupakan yang paling berbahaya dan berisiko menyebabkan kematian. FOTO: ILUSTRASI 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Bagaimana jadinya bila kerabat atau rekan kita tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung?

Kondisi ini tentu sangat menakutkan, pasalnya serangan jantung bisa saja menyerang meski kondisi tubuh sedang sehat dan bugar.

Serangan jantung sering kali menyebabkan kematian mendadak yang menakutkan.

Ada banyak jenis serangan jantung yang bisa menyerang.

Namun, satu yang paling berbahaya dan berisiko tinggi memicu kematian adalah serangan jantung widowmaker.

Serangan jantung seringkali menjadi penyebab kematian mendadak dan selalu terdengar menakutkan.

Terkadang, jenis serangan jantung ini disebut dengan Chronic Total Occlusion.

Penyakit ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan total pada arteri left anterior descending (LAD).

Melansir Kementrian kesehatan Indonesia, kondisi tersebut akan menyulitkan para dokter dalam usaha untuk menembus dan melebarkan sumbatan yang ada.

Baca juga: Manfaat Luar Biasa Tidur Cukup di Malam Hari, Diantaranya Jantung Jadi Sehat

Jenis serangan jantung

PENYAKIT JANTUNG PADA WANITA - Ada beberapa gejala berbeda penyakit jantung pada pria dan wanita. FOTO: ILUSTRASI.
PENYAKIT JANTUNG PADA WANITA - Ada beberapa gejala berbeda penyakit jantung pada pria dan wanita. FOTO: ILUSTRASI. (freepik.com)

Umumnya, ada tiga arteri utama di jantung, yakni satu di sisi kanan dan dua di sisi kiri.

Serangan jantung terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dinding arteri.

Gumpalan tersebut bisa terjadi di salah satu atau seluruh dinding arteri dan membuat aliran darah terhalangi.

Jika tidak ada aliran darah ke jantung, otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting.

Kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved