Jumat, 15 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Hati-hati, Pakai Headset dengan Volume Keras Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran, Ini 4 Gejalanya

Penggunaan headset yang terlalu sering, terutama dengan volume keras bisa menyebabkan gangguan pendengaran serius.

Tayang:
freepik.com
HEADSET - Penggunaan headset berisiko menyebabkan gangguan pendengaran. FOTO: ILUSTRASI 

Sebagai contoh, seseorang memilih mendengarkan suara paling kencang di gawai yang intensitasnya bisa mencapai 120 desibel.

Intensitas itu setara dengan kebisingan saat mendengarkan konser musik rock.

Pada level tersebut, seseorang dapat kehilangan pendengaran dalam rentang waktu 15 menit sampai sejam jika terlalu lama mendengarkan suara dengan intensitas hingga 120 desibel.

Baca juga: Gejala dan Komplikasi Radang Telinga Tengah, Waspada bila Telinga Tersumbat hingga Keluar Cairan

Gejala awal gangguan pendengaran akibat pemakaian headset kurang tepat

Merangkum NIH, suara keras yang melebihi ambang dengar, berulang-ulang dan berlangsung lama, dapat menyebabkan kerusakan telinga dalam, terutama koklea (rumah siput), tepatnya pada sel-sel sensor bunyi (sel rambut luar).

Seseorang hanya diperkenankan berada pada lingkungan bising 100 dB (tanpa alat pelindung pendengaran) selama 15 menit.

Mendengarkan suara 90 dB selama tiga jam saja sudah dapat merusak organ pendengaran.

Hal ini seperti mendengar suara 155 dB (suara jet lepas landas) selama 30 detik.

Dengan demikian, mendengarkan musik atau suara dengan headset dengan volume maksimal disarankan hanya sekitar 5 menit sehari.

Kehilangan pendengaran akibat penggunaan headset biasanya terjadi secara bertahap dan kumulatif.

Untuk memastikan diagnosis kehilangan pendengaran ini, diperlukan langkah pemeriksaan medis.

Tapi, ada beberapa tanda gangguan pendengaran akibat paparan suara intens yang bisa diwaspada.

Berikut ini beberapa gejala awal gangguan pendengaran yang bisa disebabkan oleh penggunaan headset kurang tepat:

Baca juga: Hati-hati, Kotoran Telinga yang Menumpuk Bisa Sebabkan Tumor Jinak, Kenali Gejala Kolesteatoma

1. Suara berdenging (tinnitus)

2. Suara berdering, menderu, mendesis, atau berdengung di telinga

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved