Kamis, 23 April 2026

BATAM TERKINI

Buat Becek, Warga Taman Baloi Batam Keluhkan Bekas Galian IPAL

Kekesalan warga semakin menjadi-jadi lantaran aktivitas galian bekas IPAL itu membahayakan anak-anak yang bermain di kompleks perumahan

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
BEKAS GALIAN IPAL - Warga Perumahan Golden Land RT 01 RW 13, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota mengeluhkan bekas pengerjaan galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tak ditutup rapi 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Perumahan Golden Land RT 01 RW 13, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota mengeluhkan bekas pengerjaan galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pasalnya pasca pengerjaan proyek galian IPAL selesai, pihak pekerja tak kunjung menutup bekas galian dengan rapi.

Seorang warga Perumahan Golden Land, Joko mengaku kesal atas pengerjaan itu.

Kekesalannya semakin menjadi-jadi lantaran aktivitas galian itu membahayakan anak-anak yang bermain di kompleks perumahan.

"Sudah pengerjaannya lama, bekas galian tak kunjung ditutup. Jadi depan rumah saya itu masih berlubang. Bahaya loh, untuk anak-anak kami. Apalagi sering bermain di sekitaran perumahan," ujarnya, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Warga di Dua Perumahan Batam Centre Keluhkan Pipa IPAL, Selain Banjir, Rusak Bangunan Rumah Warga

Baca juga: BP Batam Bangun IPAL, Jaga Waduk tak Tercemar Limbah Domestik

Tidak hanya Joko, beberapa warga perumahan lainnya juga merasakan hal yang sama.

Termasuk Suriman. Halaman pintu masuk rumahnya sering berlumpur akibat bekas galian tak ditutup rapi.

Warga Perumahan Golden Land RT 01 RW 13, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota mengeluhkan bekas pengerjaan galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tak ditutup rapi
Warga Perumahan Golden Land RT 01 RW 13, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota mengeluhkan bekas pengerjaan galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tak ditutup rapi (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

"Tak tau lah pengerjaan seperti itu, sudah bolak balik kami minta untuk diperbaiki namun tak kunjung direspon. Bahkan kami sudah ada yang memperbaiki sendiri," ucapnya.

Ia mengatakan, jika hujan turun akan menyebabkan genangan air dan becek. Bahkan mobil yang terparkir pun jadi berlumpur.

Pantauan Tribun, di depan rumah seorang warga, terlihat bekas galian selebar sekitar 30 centimeter yang memecah semen di depan rumahnya.

Suriman menilai, seharusnya pihak proyek mengembalikan bekas galian seperti kondisi sebelumnya pasca penyambungan IPAL sudah selesai dikerjakan.

"Itu kemarin janji mereka, namun kenyataannya, bekas galian masih dikeluhkan sejumlah warga," ujarnya.

Warga pun berharap agar pihak terkait dapat segera memperbaiki kondisi pengerjaan itu.

Keluhan terkait bekas galian IPAL ini bukan kali pertama terjadi. Di beberapa tempat sebelumnya juga pernah mengeluhkan hal yang sama.

(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved