Breaking News:

ADVERTORIAL

Kios Air Berakhir, Pelayanan Air Bersih ke 50 Ribu Warga Batam Dipertaruhkan?

ATB bilang pengelolaan kios air tidak dapat diperpanjang karena kontrak konsesi dengan BP Batam telah berakhir

TRIBUNBATAM.id/istimewa/Humas ATB
KIOS AIR - Kios Air ATB telah menjadi solusi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi 50 ribu warga yang tinggal di atas lahan tanpa legalitas. Namun, kerjasama kios air harus berakhir seiring berakhirnya konsesi ATB dengan BP Batam. 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Program Kios Air yang diinisiasi PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah menjadi solusi kebutuhan air bersih bagi warga Batam yang tinggal di atas lahan tanpa legalitas. Kini, program yang dimulai sejak tahun 2004 ini telah melayani hampir 50 ribu warga Batam.

Saat ini ada sekitar 85 kios air yang aktif di seluruh Batam. Masing-masing melayani rata-rata 150 rumah tangga. Masing-masing rumah tangga tersebut punya rata-rata 4 anggota keluarga. Dengan perkiraan tersebut, Kios Air ATB melayani setidaknya 50 ribu warga Batam.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus mengatakan, program Kios Air lahir berlandaskan rasa peduli ATB terhadap warga Batam yang tidak bisa mendapatkan akses air bersih, lantaran tinggal di atas lahan tanpa legalitas.

Berdasarkan kontrak konsesi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, ATB tidak dapat menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang tidak memiliki legalitas lahan yang sah. Aturan ini dibuat oleh BP Batam (Otorita Batam saat itu) sendiri.

“Berdasarkan ketentuan yang digariskan oleh BP Batam, ATB tidak boleh mengalirkan air ke warga yang tidak memiliki legalitas atas lahan yang dihuninya,” jelas Maria.

Karena itu, ATB menelurkan ide mendirikan kios air sebagai jalan keluar, agar warga tetap mendapat akses terhadap air bersih. Urusan legalitas lahan dapat diatasi dengan keluarnya izin pemanfaatan Buffer Zone dari BP Batam.

Sementara untuk pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat. Pengelola kios air ditunjuk oleh warga dan dilegalisasi melalui surat penunjukan yang ditandatangani oleh RT, RW dan Lurah setempat. Warga juga menyepakati harga air bersih yang akan mereka beli melalui kios air.

Untuk membantu warga, ATB menginvestasikan sejumlah aset pada masing-masing kios air. Di antaranya adalah 1 unit tower atau container, 2 tangki air ukuran 2.500 liter dan instalasi Kios Air. Dengan demikian, warga yang tinggal di atas lahan tanpa legalitas tetap dapat menikmati akses air.

“Namun seiring dengan berakhirnya perjanjian konsesi ATB dengan BP Batam maka ATB tidak bisa melakukan pelayanan kepada pelanggan kios air lagi,” jelas Maria lagi.

Halaman
123
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved