TRIBUN WIKI

Diperingati Setiap 24 Oktober, Inilah Sejarah Hari Dokter Nasional, Bermula Sejak 1950

Untuk menghargai jasa para dokter, setiap tanggal 24 Oktober kita memperingati Hari Dokter Nasional.

freepik.com
DOKTER - tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. FOTO: ILUSTRASI 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Dokter memiliki peran cukup penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Setiap merasakan keluhan sakit, kita tentu akan menghubungi dokter.

Dalam situasi pandemi seperti sekarang, dokter juga menjadi pahlawan garda depan yang turun langsung untuk merawat para pasien Covid-19.

Oleh karenanya, dokter memiliki peran dan jasa yang besar dalam menyelamatkan nyawa banyak orang.

Untuk menghargai jasa para dokter, setiap tanggal 24 Oktober kita memperingati Hari Dokter Nasional.

Peringatan ini ditetapkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Baca juga: Hari Dokter Nasional ke-70, Dulu Pejuang Kemerdekaan, Kini Perang Melawan Covid-19

Sejarah Hari Dokter Nasional

Secara tidak langsung peringatan tersebut sudah berjalan sangat lama.

Ketika Indonesia belum merdeka dan masih berada pada tahap perjuangan, terutama perlawanan terhadap penjajahan Belanda, para dokter di Indonesia sudah memiliki suatu organisasi atau perkumpulan.

Perkumpulan tersebut bernama Vereniging van Indische Artsen yang lahir pada tahun 1911 dengan anggota para dokter nusantara.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya 15 tahun setelah ditetapkan pertama kali, perkumpulan dokter ini berganti nama.

Namanya berubah menjadi Vereniging van Indonesische Genesjkundigen atau disebut sebagai VIG.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, maka nama tersebut berarti Asosiasi Dokter Indonesia.

Ternyata bergantinya nama perkumpulan dokter tersebut menunjukkan makna yang dalam terhadap rasa nasionalisme terutama di kalangan dokter.

Hal itu dibuktikan dengan digantinya kata ‘Indische’ menjadi ‘Indonesische’.

Penggantian nama tersebut berarti bahwa para dokter telah mengakui persatuan Indonesia.

Sejak saat itu para dokter nusantara acapkali melakukan perjuangan demi menyuarakan hak persamaan.

Karena pada masa itu dokter nusantara dan dokter Belanda kerap mendapat perlakuan yang berbeda.

Penyebabnya tidak lain adalah kedudukan dokter nusantara yang masih merupakan penduduk jajahan Belanda, sehingga mereka dianggap sebagai dokter kelas dua.

Baca juga: Sejarah Peringatan Hari Dokter Nasional 24 Oktober, Bagian dari Sejarah Perjuangan Bangsa

Lahirnya IDI

Memasuki masa berakhirnya penjajahan, VIG mengadakan kongres di Solo.

Dalam kongres ini mengumpulkan sekitar 3.000 istilah baru dalam dunia kedokteran.

Selain itu, kongres juga untuk meningkatkan upah dokter Nusantara agar mempunyai derajat yang sama dengan dokter Belanda.

Salah satu keberhasilan VIG dalam memperjuangkan hak dokter adalah meningkatkan gaji dokter nusantara.

Jika sebelumnya gaji mereka hanya sebesar 50% dari gaji dokter Belanda, maka setelah itu gajinya meningkat dua puluh persen, sehingga menjadi 70%.

Seiring masuknya Jepang, VIG berubah nama menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Pada 1950, berbagai kelompok organisasi dokter berkumpul.

Mereka menyelenggarakan "Muktamar Dokter Warganegara Indonesia" do Deca Park, yang kini menjadi gedung pertemuan Kotapraja Jakarta.

Acara itu bertujuan untuk mendirikan suatu perkumpulan dokter Indonesia yang baru, dan merupakan wadah representasi dunia dokter Indonesia, baik dalam maupun ke luar negeri.

Akhirnya, pada 24 Oktober 1950 perwakilan para dokter menghadap notaris R Kadiman untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sejak saat itu, Ikatan Dokter secara resmi memiliki legalitas hukum yang sah terlepas dari aroma penjajahan Belanda maupun Jepang.

Dasar hukum itulah yang menjadi landasan ditetapkannya Hari Dokter Nasional.

Baca juga: Jadi Dokter Spesialis Mata di Batam, Ini Kisah Nurul Widiati Ikut Jejak sang Ayah

Tujuan Hari Dokter Nasional

Seperti seharusnya, peringatan setiap hari-hari besar selain memiliki sejarah tentu juga mempunyai tujuan sehingga ditetapkan.

Adapun tujuan diperingatinya Hari Dokter Nasional setiap tanggal 24 Oktober antara lain sebagai berikut:

- Membangkitkan semangat yang dimiliki para dokter Indonesia terutama dokter yang masih berusia muda agar terus berusaha berkarya dan memberi pendidikan kepada masyarakat mengenai cara hidup sehat.

- Memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada seluruh pasien agar semua orang dapat hidup sehat serta terus mengusahakan perbaikan terhadap pelayanan kesehatan.

- Motivasi bagi para dokter agar mampu menghasilkan berbagai inovasi yang dapat dinikmati masyarakat bahkan dunia melalui pekerjaan sebagai seorang dokter.

- Sebagai bentuk wujud penghargaan atas jasa-jasa para tokoh serta dokter di masa lalu yang terus berjuang demi memperoleh hak sebagai dokter.

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Hari Dokter Nasional 24 Oktober'.

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved