Selasa, 21 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Pekerja PT PCI Elektronik Internasional Positif Corona, Kadinkes Batam: Klaster Karyawan Tertinggi

Sebanyak 186 karyawan PT PCI Elektronik Internasional Batam positif virus Corona. Kadinkes Batam menyebut merupakan klaster karyawan tertinggi.

TribunBatam.id/Ichwannurfadillah
PT PCI - Kondisi PT PCI Elektronik Batam, Jumat (23/10/2020). Sebanyak 186 pekerja perusahaan ini positif Covid-19. Kadinkes Batam menyebut jika perusahaan ini menjadi klaster baru Corona. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Klaster karyawan di Kota Batam kembali menjadi sorotan.

Itu setelah 186 pekerja PT PCI Elektronik Internasional positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, angka ini merupakan tertinggi, jika dibandingkan dengan dua perusahaan di Kota Batam sebelumnya, PT Infineon Technologies Batam dan PT Philips Technologies.

"Iya, ini paling tinggi," sebutnya ketika dikonfirmasi TribunBatam.id, Minggu (25/10/2020).

Sorotan penyebaran virus Corona di kalangan pekerja di kawasan industri Batam sebelumnya sempat mereda.

Hal ini setelah 88 orang pekerja PT Infineon Technologies Batam yang sebelumnya tercatat sebagai pasien positif Covid-19 di Kota Batam berhasil sembuh.

Kemudian disusul pekerja PT Phillips yang perlahan sembuh dari virus Corona.

PT PCI - Kondisi PT PCI Elektronik Batam, Jumat (23/10/2020). Sebanyak 186 pekerja perusahaan ini positif Covid-19. Kadinkes Batam menyebut jika perusahaan ini menjadi klaster baru Corona.
PT PCI - Kondisi PT PCI Elektronik Batam, Jumat (23/10/2020). Sebanyak 186 pekerja perusahaan ini positif Covid-19. Kadinkes Batam menyebut jika perusahaan ini menjadi klaster baru Corona. (TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Temuan 186 pekerja PT PCI positif Corona ini setelah perusahaan merapid test 2.310 pekerjanya.

Saat itu, sebanyak 356 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan sebanyak 1.954 pekerja non-reaktif.

Saat 356 orang menjalani pemeriksaan swab, diketahui sebanyak 186 orang di antaranya positif Covid-19 dan 155 orang lainnya dinyatakan negatif.

Sementara itu, 15 pekerja diketahui masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap mereka.

Dari data Dinkes Kota Batam, jumlah karyawan swasta terpapar Covid-19 di Batam cukup mendominasi dengan jumlah sebanyak 1.255 orang.

Total kasus di Batam saat ini mencapai 2.571 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana, 1.910 orang berhasil sembuh dan 65 orang di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan sisanya, sebanyak 596 orang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan.

Kadinkes Batam Ungkap Tingginya Kasus Kematian Covid-19

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin.

Dirinya pun meminta agar Bupati/Wali kota se-Kepri melengkapi alat bantu pernapasan dan ventilator di tiap rumah sakit dan puskesmas dalam wilayah kabupaten/kotanya.

"Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia terus bertambah. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan," ungkap Bahtiar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, pun menanggapi instruksi Pjs Gubernur Kepri itu.

Pada umumnya, seluruh rumah sakit di Batam telah memiliki alat bantu pernapasan dan ventilator.

Ia mengungkapkan, permasalahan kasus kematian akibat Covid-19 di Batam justru terkendala pada keterbatasan ruang isolasi ICU.

Baca juga: Jumlah Positif Virus Corona di Karimun 112 Kasus, Berikut Data Covid-19 di Kelurahan dan Desa

Baca juga: Satu Pasien Corona di Bintan Meninggal Dunia, Punya Riwayat Perjalanan ke Batam

PT PCI - Kondisi PT PCI Elektronik Batam, Jumat (23/10/2020). Sebanyak 186 pekerja perusahaan ini positif Covid-19. Kadinkes Batam menyebut jika perusahaan ini menjadi klaster baru Corona.
PT PCI - Kondisi PT PCI Elektronik Batam, Jumat (23/10/2020). Sebanyak 186 pekerja perusahaan ini positif Covid-19. Kadinkes Batam menyebut jika perusahaan ini menjadi klaster baru Corona. (TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

"Masalahnya bukan di alat, tapi kurangnya ruang ICU isolasi," ujar Didi, ketika ditanyai pada Minggu (25/10/2020).

Ruang ICU isolasi biasa dipakai dalam upaya penanganan penyakit pernapasan berat yang membutuhkan penanganan darurat dan isolasi, seperti halnya TBC dan gejala Covid-19 berat.

Menurutnya, ruangan ICU telah tersedia di berbagai rumah sakit, namun khusus ICU isolasi masih bisa dihitung jari.

Ruangan ini cukup banyak terdapat di RSKI Covid-19 Galang, namun kendalanya, rumah sakit ini justru kekurangan dokter spesialis paru yang dapat menangani pasien bergejala Covid-19 berat.

"RSKI Covid-19 Galang punya banyak (ruang ICU isolasi), cuma nggak ada dokternya," ungkap Didi.

Kendati demikian, tingkat risiko kematian akibat Covid-19 di Batam terbilang rendah, yakni kurang dari 3%. Hingga saat ini, per tanggal 24 Oktober 2020, dari jumlah kumulatif 2571 pasien positif Covid-19, 1910 di antaranya berhasil sembuh dan 65 lainnya meninggal dunia.(TribunBatam.id/Ichwannurfadillah/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved