BATAM TERKINI
Jelang Konsesi ATB Berakhir, PT Moya Indonesia Bentuk Kantor Pelayanan Pelanggan, Berikut Lokasinya
Tiga Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) yang didirikan PT Moya Indonesia jelang berakhirnya konsesi ATB berada di 3 kecamatan di Kota Batam.
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Moya Indonesia membentuk tiga Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) di Kota Batam.
Ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan air saat konsesi pengelolan air yang saat ini dipegang PT Adhya Tirta Batam (ATB) berakhir pada 14 November 2020.
Dari informasi yang TribunBatam.id himpun, tiga kantor KPP ini berlokasi pada 3 kecamatan di Kota Batam.
Pertama di Ruko Batu Permata Blok C Nomor 1 Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.
Lalu, di Ruko Golden Wealth Blok A Nomor 6 Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Terakhir di Bengkong Palapa II Ruko Kompleks Kemakmuran Bersama Indah Nomor 7, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.
Dari tiga KKP ini, head office PT Moya Indonesia disebut-sebut akan didirikan di kawasan Batam Centre, Kota Batam.

"Tapi head office-nya belum pasti. Sampai saat ini, (mereka) masih di Asrama Haji," ujar Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar kepada TribunBatam.id, Selasa (27/10/2020).
Selain itu, persiapan teknis lainnya diakui Dendi Gustinandar terus dilakukan PT Moya Indonesia.
Di antaranya terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjalankan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam ke depannya.
"So far so good," sebutnya.
Rencana Kedatangan Tenaga Ahli PT Moya Indonesia
Badan Pengusahaan (BP) Batam tekankan prestasi PT Moya Indonesia sebagai jaminan kelancaran pelayanan air bersih di Batam usai pengakhiran konsesi.
Menurut Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, prestasi PT Moya Indonesia dalam hal pengelolaan SPAM di beberapa kota di Indonesia juga menjadi pertimbangan pemilihan perusahaan ini sebagai pemenang lelang beberapa waktu lalu.
"PT Moya Indonesia punya track record yang bagus, itulah alasan mereka dapat memenangkan lelang pada proses seleksi yang lalu," ujar Purwiyanto, ditemui di Kantor BP Batam, Senin (26/10/2020).
Deputi IV BP Batam, Syahril Japarin juga menjelaskan bahwa saat ini PT Moya Indonesia tengah mematangkan persiapan menuju pengelolaan SPAM pada 15 Oktober 2020 mendatang, khususnya dalam hal sumber daya manusia (SDM).
Rencananya, pada awal November, PT Moya Indonesia akan mendatangkan sejumlah tenaga ahli untuk memegang posisi kunci dalam pengelolaan air.
Baca juga: Jelang Konsesi ATB Berakhir, Warga Khawatir dengan Pengelolaan Air di Batam, Akankah Lebih Baik?
Baca juga: PT Moya Indonesia Rancang Live Chat untuk Pelanggan Air Bersih, Terkoneksi ke Website BP Batam
Hal ini telah diatur dalam aturan perjanjian kerjasama antara BP Batam dan PT Moya Indonesia.
"Itu sudah diatur dalam perjanjian kerjasama, dan awal November akan datang pekerja yang berperan di posisi kunci. Dengan syarat mereka ini tenaga ahli yang sudah punya pengalaman selama 10 tahun lebih," tegas Syahril.
Begitu pula dalam hal sistem pengelolaan air bersih, Syahril menambahkan, PT Moya Indonesia juga telah menyiapkan sistem tersendiri.
Kesiapan sistem yang dikelola PT Moya Indonesia dapat diandalkan dan terjamin bagi kelancaran SPAM.
Ancang-ancang demi mendegah terganggunya pelayanan, BP Batam juga telah berkoordinasi dengan Bright PLN Batam guna menjaga pelayanan listrik selama masa konsesi enam bulan mendatang. (TRIBUNBATAM.id/Ichwannurfadillah/Hening Sekar Utami)