TRIBUN WIKI
Mencekam, Begini Kisah Heroik Vasili Arkhipov Selamatkan Dunia dari Perang Nuklir
Banyak yang meyakini perang nuklir akan terjadi apabila kapal selam B-59 jadi menembakkan torpedo nuklirnya.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Pada 27 Oktober 1962, perwira senior kapal selam Soviet,Vasili Alexandrovich Arkhipov berhasil mencegah terjadinya perang nuklir.
Pada hari itu, Vasili Alexandrovich Arkhipov berada di dalam kapal selam B-59 di dekat Kuba dan pada saat yang sama pasukan AS menjatuhkan bom laut yang tidak mematikan.
Pasukan AS melakukannya untuk mendesak kapal selam itu muncul ke permukaan, tetapi kru B-59 tidak menyadari tujuan AS dan berpikir bahwa perang dunia ketiga akan dimulai.
B-59 berencana menembakkan torpedo nuklirnya, tetapi dicegah oleh Vasili Alexandrovich Arkhipov yang menenangkan kapten kapal.
Torpedo tidak jadi dilepaskan.
Banyak yang meyakini perang nuklir akan dimulai dan takdir dunia akan menjadi jauh berbeda apabila torpedo nuklir itu dilepaskan.
Baca juga: Mengenang Tragedi Maut Bintaro, Sejarah Buruk Perkeretaapian Indonesia, Ratusan Orang Tewas
Krisis rudal Kuba
Setelah berkuasa di Kuba, Fidel Castro melakukan aliansi dengan Uni Soviet.
Di bawah Castro, Kuba menjadi bergantung pada bantuan milter dan ekonomi Soviet.
Soviet memutuskan menempatkan rudal nuklirnya di Kuba agar bisa mencegah usaha invasi yang mungkin terjadi di masa depan.
Pada 14 Oktober pesawat U-2 milik AS mengambil beberapa gambar yang menunjukkan adanya pembangunan fasilitas rudal balistik nuklir berdaya jangkau menengah.
Rudal tersebut mampu mencapai bagian timur AS dalam beberapa menit apabila diluncurkan dari Kuba.
Pada 22 Oktober Kennedy mengumumkan melalui siaran televisi mengenai keberadaan rudal Soviet di Kuba
Kennedy memilih melakukan "karantina" laut terhadap Kuba. Dia lebih memilih istilah "karantina" daripada "blokade" agar bisa mendapat dukungan.
AS mengatakan akan merampas "senjata serang dan perlengkapan militer" yang mungkin dikirimkan Soviet ke Kuba menggunakan kapal.
Baca juga: Mengenang Tragedi Aberfan, Longsornya Limbah Batu Bara yang Kubur Ratusan Siswa hingga Tewas
Kapal selam B-59
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/basacali.jpg)