Belgia Laporkan Tingkat Infeksi Covid-19 Tertinggi di Uni Eropa, Pertimbangkan Lockdown Baru
Pemerintah Belgia akan menggelar sidang pada Jumat (30/10/2020) untuk memutuskan potensi penguncian atau lockdown nasional baru akibat Covid-19.
Ahli virologi terkemuka Marc Van Ranst mengatakan pada hari Kamis bahwa negara perlu melakukan penguncian singkat dan penuh untuk menghindari penguncian parsial yang panjang yang akan membuat semua orang kelelahan dan memukul perekonomian.
Termasuk Spanyol dan Swiss, Belgia Larang Warganya Berwisata ke Sejumlah Negara Eropa
Belgia menjadi salah satu negara di dunia yang terkena dampak penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Kini, Belgia melarang warganya berwisata di beberapa wilayah Benua Eropa.
Terutama bagi daerah yang masuk dalam daftar zona merah Covid-19 Belgia.
Melansir Forbes, Rabu (5/8/2020), sebagian besar Eropa mengalami kebangkitan kembali dari Covid-19.
Meski begitu, sejumlah negara memberlakukan pembatasan baru untuk kegiatan wisata dari dan menuju bagian tertentu Benua Biru.
Bahkan, sejumlah negara juga menutup perbatasan dan melarang seluruh kegiatan wisata, kecuali perjalanan penting ke beberapa negara atau wilayah di dalamnya.
Belgia sendiri tengah mengalami lonjakan kasus baru Covid-19, sehingga pemerintah setempat melarang perjalanan ke tempat-tempat tertentu di Eropa dengan krisis Covid-19 lebih buruk.
Pada Sabtu (1/8/2020), Kementerian Luar Negeri Belgia memperluas daftar zona merahnya dengan menambahkan bagian dari Swiss, Perancis, Spanyol, Bulgaria, dan Romania.
Dengan penambahan itu, ada 12 tempat yang masuk dalam daftar zona merah Belgia, termasuk seluruh Lituania.
Adapun, 12 tempat itu yakni sebagai berikut:
- Jenewa di Swiss.
- Mayenne di Perancis.
- Basque di Navarre, Spanyol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/virus-corona-spanyol-memasuki-keadaan-darurat-covid-19.jpg)