Asam Urat Lebih Mungkin Serang Pria Dibanding Wanita, Simak Penjelasan Dokter
Jika asam urat menyerang wanita, maka pada umumnya wanita yang menderita penyakit tersebut adalah sudah menopause
TRIBUNBATAM.id - Penyakit gout atau asam urat umum dialami oleh pria dewasa.
Penyakit ini identik dengan gejala nyeri sendi di sekitar jempol kaki.
Namun, banyak juga sakit di sendi pergelangan kaki, lutut dan juga persendian tangan.
Jika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, maka zat ini akan masuk ke organ-organ tubuh, khususnya sendi dan membentuk kristal tajam.
Selain jempol kaki, nyeri sendi akibat asam urat biasanya dapat timbul di pergelangan kaki, dan kadang-kadang di sendi lutut, tangan, siku, atau bahu.
Alasan asam urat lebih sering dialami pria daripada wanita di banding wanita, pria ternyata lebih mungkin mengembangkan penyakit asam urat.
Jika asam urat menyerang wanita, maka pada umumnya wanita yang menderita penyakit tersebut adalah sudah menopause.
Melansir Buku Asam Urat: Benarkah Hanya Menyerang Laki-laki? (2009) oleh dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR, penyakit asam urat lebih banyak dialami pria ketimbang wanita karena pria tidak mempunyai kadar hormon estrogen yang tinggi di dalam darahnya.
Hal itu membuat asam urat pada pria lebih sulit dikeluarkan melalui kencing dan risikonya adalah kadar asam urat darahnya bisa menjadi tinggi.
Pada wanita yang belum menopause, maka kadar hormon estrogen dalam darahnya cukup tinggi.
Hormon ini dapat membantu pengeluaran asam urat darah melalui kencing, sehingga kadar asam urat wanita yang belum menopause pada umumnya normal.
Jika didapati ada wanita yang belum menopause tapi mengalami penyakit asam urat, kemungkinan ada kondisi lain yang telah memicunya.
Misalnya, wanita muda yang kedua indung telurnya sudah diangkat (dioperasi dan dikeluarkan dari tubuh), maka sebaiknya rajin-rajin memeriksa kadar asam urat darahnya.
Pasalnya, bisa jadi kadar asam urat darahnya cepat meninggi karena pengaruh kadar hormon estrogen yang rendah setelah dilakukan pengangkatan kedua indung telur.
Prosedur operasi pengangkatan indung telur (ooforektomi) adalah tindakan medis yang bisa saja dijalani wanita karena kondisi tertentu.
Beberapa kondisi yang memerlukan operasi ooforektomi, yakni:
- Kanker ovarium
- Abses tubo ovarium, yakni adanya kantung berisi nanah pada tuba fallopi dan ovarium
- Endometriosis
- Tumor atau kista ovarium jinak yang tidak menyebabkan kanker
- Torsi ovarium (ovarium terpelintir)
- Menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan (ektopik)
- Menurunkan risiko kanker ovarium dan kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi alami penyakit berbahaya ini
Pengaruh hormon androgen juga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/asam-urat_20180728_114527.jpg)