EKONOMI 2021
Bank Indonesia, Apindo, dan Kadin Yakin Membaik, Tergantung Vaksin Covid-19
Bank Indonesia yakini ekonomi 2021 lebih baik, Apindo dan Kadin memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 4 persen
TRIBUNBATAM.id - Ekonomi dunia hancur akibat serangan Covid-19, bagaimana proyeksi ekonomi 2021 Indonesia?
Bank Indonesia ( BI) yakni perekonomian pada 2021 berjalan lebih baik, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2020.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan beberapa hal pendukungnya, seperti inflasi yang diyakini ada dalam kisaran sasaran 2% - 4%.
“Selain itu, ada juga defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang akan rendah di kisaran 1,5% Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Perry, Selasa (27/10) via video conference.
Perry juga yakin kalau aliran portofolio akan lebih besar di tahun 2021.
Baca juga: Menaker Tak Naikan Upah Minimum 2021 Akibat Ekonomi Terpuruk, Politisi Golkar Berikan Dukungan
Aliran modal asing yang lebih lancar akan mengalir untuk pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pasar modal, maupun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta stabilitas nilai tukar.
Untuk mendukung prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik tersebut, BI akan terus melanjutkan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif.
“Bentuk instrumen juga kapan keluarnya (timing) akan kami sesuaikan dengan pemantauan kami, terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik, maupun sektor keuangan secara keseluruhan,” tandas Perry.
Versi Apindo
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 diproyeksi bakal membaik.
Salah satu faktor utama datang dari penyebaran virus corona yang diperkirakan sudah dapat diatasi dengan ada vaksin Covid-19.
Karena itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani pun optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan berada dalam kisaran 2,5% hingga 5,5%.
Menurut dia, proyeksi tersebut melihat kondisi penyebaran Covid-19 hingga saat ini dan seperti apa perkiraan kecepatan pemulihan Indonesia di tahun mendatang.
"Kami memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 adalah berkisar pada posisi terendah 2,5% dan tertinggi adalah 5,5%," kata dia dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity, Rabu (21/10).
Hariyadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 pun tergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan sudah mulai ada sejak November 2020, dan seperti apa efektivitas vaksin tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/logo-bank-indonesia-bi.jpg)