BATAM TERKINI
DERETAN 10 Motif Batik Khas Batam, Kasih Bersambut hingga Bunga Hutan
Dengan mayoritas berpenduduk suku Melayu, motif batik asal Batam sangat identik dengan budaya suku tersebut.
Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Walaupun selama ini batik identik dengan motif-motif yang terkenal di Jawa, tapi ternyata di Batam, Kepulauan Riau juga memiliki motif batik yang khas lho.
Dengan mayoritas berpenduduk suku Melayu, motif yang muncul dalam lukisan batik asal Batam sangat identik dengan budaya suku tersebut.
Menariknya, hingga saat ini sudah ada 10 motif batik yang khas Batam yang telah dipatenkan dan mengantongi
hak paten dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Batik-batik tersebut merupakan kreasi dari Yusiq, seorang pelaku Batik asal Sumatera Utara yang telah lama bermukim di Batam.
Nah, berikut ini 10 motif batik khas Batam dan Kepulauan Riau :
Simak daftarnya berikut ini:
1. Awan Larat

Motif batik Awan Larat berupa tumbuhan sulur-suluran yang merambat dengan daun dan bunga bermekaran.
Biasanya corak atau motif ini dipakai untuk tekat (sejenis kerajinan khas melayu) untuk hiasan pelaminan pengantin Melayu.
Motif ini biasanya di kaitkan dengan kelemah lembutan budi, kearifan serta sifat tahu diri.
Sifat tersebut adalah sifat-sifat dasar yang selalu ditanamkan oleh orang-orang tua Melayu kepada keturunannya.
Bunga dan kuntum selalu menjadi lambang kasih sayang, kesucian, ketulusan dan kehalusan budi pekerti, persahabatan dan persaudaraan.
Harapan dari para orang tua adalah supaya petuah-petuah yang terkandung di dalam motif ini dapat selalu di ingat dan diamalkan oleh keturunannya.
2. Kasih bersambut

Motif ini berupa bunga tanjun yang harum.
Tampilannya melambangkan keelokan budi dan sikap lemah lembut yang menenangkan.
Motif ini juga menggambarkan keramahan masyarakat Batam yang senantiasa ramah dan gemar bertegur sapa sembari tersenyum.
3. Bunga hutan

Motif yang berbentuk bunga hutan atau periok kere ini menggambarkan negeri yang subur dan aman sentosa.
Coraknya juga menggambarkan sinergi antara kesuburan alam dan masyarakat.
4. Perio Kere Sulor Bekait

Motif ini masih menggunakan bunga hutan atau periok kere sebagai corak utamanya.
Corak bunga tersebut tampak menyilang dan saling berkaitan.
Motif ini menggambarkan kota Batam yang banyak didatangi orang.
5. Bunga Kundur Awan Menjulang

Motif ini berupa bunga yang terangkai secara horizontal menyerupai awan.
Bentuknya tampak cantik terangkai dengan rapi.
Makna yang terkandung di dalamnya, yakni apabila niat dan cita-cita tercapai, maka negeri bisa menjadi penyejuk bagi masyarakat.
6. Rajung bersusun

Motif ini menggunakan rajung atau ketam atau kepiting sebagai corak utama.
Rajung-rajung tersebut tampak tersusun dengan rapi, menggambarkan kelimpahan rezeki dan kasih sayang.
7. Bunga Sakat Dara Merajok

Motif ini tampil dengan warna cerah yang menyegarkan.
Makna yang terkandung di dalamnya yakni apabila kita memiliki banyak teman dan saudara, maka kehidupan akan senantiasa lebih mudah.
8. Siput Gonggong Bunga Semayang

Siput gonggong khas Kepulauan Riau menjadi corak utama dari motif ini.
Gonggong tersebut dipadukan dengan bunga semayang yang estetik.
Makna yang terkandung di dalamnya yakni perbuatan baik merupakan bentuk dari perpaduan kasih dan sayang.
9. Bunga Sakat Mayang Terurai

Motif ini terangkai secara vertikal ke atas.
Lagi-lagi bunga menjadi corak utama dari motif khas Batam.
Makna yang terkandung di dalamnya yakni apabila kita pandai bergaul dengan orang-orang baik dan bekerja dengan tekun, maka keinginan kita bisa tercapai.
10. Siput Gonggong Kuntum Berendam

Motif ini menggunakan siput gonggong sebagai corak utama.
Makna dari motif ini adalah apabila kita hidup rukun, maka senantiasa akan beruntung dan sentosa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/batiqueeeee.jpg)