Breaking News:

TRIBUN WIKI

1.000 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima, Begini Dahsyatnya Ledakan Bom Hidrogen Amerika Serikat

Pada 1 November 1952, Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba bom hidrogen atau termonuklir pertama di dunia.

ISTIMEWA
BOM - Amerika Serikat (AS) menguji coba bom termonuklir atau bom hidrogen pertama di dunia pada 1 November 1952. FOTO: Jamur ledakan bom 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Pada 1 November 1952, Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba bom-hidrogen' title=' bom hidrogen'> bom hidrogen atau termonuklir pertama di dunia.

Bom hidrogen ini diledakkan di Atol Eniwetok di Pasifik.

Pada perlombaan senjata nuklir melawan Uni Soviet, bom ini menunjukkan keunggulan AS.

AS mulai mempercepat program pengembangan bom-hidrogen' title=' bom hidrogen'> bom hidrogen setelah Uni Soviet berhasil menguji coba bom atom buatannya pada September 1949.

Namun, program pengembangan tersebut ditentang beberapa orang, termasuk J. Robert Oppenheimer, salah satu bapak bom atom.

Bom hidrogen memiliki daya ledak sangat dahsyat karena kekuatannya mencapai 1.000 kali besar daripada bom nuklir konvensional.

Baca juga: Mengenang Tragedi Aberfan, Longsornya Limbah Batu Bara yang Kubur Ratusan Siswa hingga Tewas

Persiapan

Pada Januari 1950 Presiden Harry S. Truman membuat keputusan kontroversial, yakni melanjutkan dan menggiatkan riset dan pembuatan senjata termonuklir.

Keputusan ini disayangkan oleh David Lilienthal, kepala Badan Energi Atom, karena dia tidak menyukai penciptaan bom "Super".

Pada 24 Februari 1950, Kepala Staf Gabungan meminta Truman untuk menyetujui pengembangan bom-hidrogen' title=' bom hidrogen'> bom hidrogen dan sarana untuk memproduksi dan mengirimkannya.

Setelah mendapat nasihat dari Komite Spesial Dewan Keamanan Nasional, Truman menyetujui permintaan itu tanggal 10 Maret.

Empat bulan kemudian, Truman meminta Crawford H. Greenewalt, Presidden E.I. du Pont de Nemours and Company, untuk mengurus desain, konstruksi, dan lokasi baru fasilitas yang digunakan untuk memproduksi plutonium dan tritium, bahan untuk membuat bom termonuklir.

Karena jangkauan pesawat Soviet semakin meningkat, komisi tersebut memilih daerah South River dan Ohio River sebagai lokasi fasilitas pengembangan senjata.

Baca juga: Berkekuatan 50 Megaton, Begini Dahsyatnya Ledakan Tsar Bomba, Bom Terkuat Sepanjang Sejarah

Operasi pengujian

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved