BINTAN TERKINI
Hari Pertama Belajar Tatap Muka SDN 002 Teluk Bintan, Pelajar Dibatasi & Kawal Protokol Kesehatan
Kepala Sekolah SDN 002 Teluk Bintan mengungkapkan, untuk hari pertama penerapan belajar tatap muka diawali dengan pelajar kelas I.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Belajar tatap muka mulai diterapkan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
SDN 002 Teluk Bintan misalnya. Sejumlah pelajar mulai belajar seperti biasa, meski dengan jumlah pelajar yang masih dibatasi.
Tidak hanya itu, baik pelajar dan guru wajib menerapkan protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak.
Kepala Sekolah SDN 002 Teluk Bintan, Usman Kaharuddin menuturkan, kegiatan belajar tatap muka baru hari ini diterapkan.
Untuk hari pertama, hanya pelajar kelas I saja yang diperbolehkan mengikuti kegiatan ini.
"Hari ini pelajar kelas l yang melaksanakan belajar tatap muka kami bagi dua.
Dari 21 pelajar, 10 murid melaksanakan belajar tatap muka pada hari ini," ungkapnya, Senin (2/11/2020).

Setelah pelajar kelas l, penerapan belajar tatap muka ini diikuti dengan pelajar kelas ll hingga kelas Vl selama seminggu.
Usman juga menegaskan, proses belajar tatap muka sudah sesuai aturan Dinas Pendidikan Bintan, yakni sudah menerapkan protokol kesehatan.
Salah satunya memberikan jarak tempat duduk bagi siswa.
Jumlah siswa juga dikurangi dan siswa harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kelas serta menggunakan masker.
Usman menambahkan, waktu dalam proses belajar tatap muka waktunya juga dibatasi menjadi satu jam saja, sejak pukul 08.00 WIB.
"Karena waktu belajarnya yang singkat, maka waktu istirahat ditiadakan," sebutnya.
Sekolah juga mengharapkan seluruh orangtua wali murid bisa menunggu anaknya di sekolah hingga pulang sekolah.
Khususnya bagi orangtua wali murid siswa kelas l yang memang masih sama sekali baru pertama kali masuk sekolah.
Daftar Sekolah di Bintan yang Terapkan Belajar Tatap Muka
Sebanyak 9 sekolah tingkat SMP/MTs di Kabupaten Bintan diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah saat pandemi Covid-19.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir.
Adapun 9 sekolah ini, yakni SMP 7 Teluk Bintan, SMP 14 Tambelan, SMP 18 Numbing, SMP 19 Kelong, SMP 22 Mapur, SMP 23 Mantang dan SMP 25 Mantang.
Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Kaji Ulang Percontohan Belajar Tatap Muka, Kembali Belajar dari Rumah
Baca juga: Kadisdik Tanjungpinang Sibuk, 13 Sekolah Uji Coba Belajar Tatap Muka Senin 12 Oktober Besok

"Sementara dua sekolah lagi di tingkat MTs yakni di Kecamatan Tambelan dan Kecamatan Teluk Bintan," katanya, Jumat (2/10/2020).
Tamsir menuturkan, 9 SMP/MTs ini diperbolehkan belajar tatap muka sesuai surat edaran SKB bersama 4 menteri. Dalam surat edaran itu dikatakan, hanya daerah zona hijau dan kuning yang dibolehkan membuka sekolah di tengah pandemi Covid-19.
Penilaian lainnya, lantaran tidak ada penambahan kasus Covid-19 selama satu bulan di daerah tersebut.
"Untuk proses belajar tatap muka dibolehkan selama 3,5 jam dalam sehari," katanya.
Tamsir menambahkan, dalam proses tatap muka siswa di dalam ruang kelas juga dibatasi 15 sampai 20 orang siswa dan pembelajaran menerapkan protokol kesehatan.
"Jadi sekolah yang dibuka juga sudah kita tekankan untuk menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, hand sanitizer. Siswa dan guru juga harus menggunakan masker,"tutupnya.
Siswa SMPN 7 Bintan Belajar Tatap Muka
Proses belajar tatap muka bagi siswa SMPN 7 Bintan dimulai Kamis (1/10/2020) lalu.
Namun tidak semua siswa sekolah yang terletak di Selat Bintan, Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, itu belajar tatap muka di sekolah.
Pantauan Tribunbatam.id, sejumlah siswa itu memakai masker dan diarahkan untuk mencuci tangan serta diukur suhu tubuh oleh gurunya sebelum masuk ruang kelas masing-masing.
Di dalam ruangan belajar, meja siswa diberikan jarak sekitar 1 meter. Ada juga plastik pembatas sesuai dengan aturan penerapan protokol kesehatan.
Di hari pertama masuk sekolah, sejumlah siswa terlihat senang bisa kembali belajar di sekolah dan bertemu dengan teman sekolahnya.
Kepala SMPN 7 Bintan, Yendra Heryanto menuturkan, meski belajar tatap muka di sekolah sudah dimulai, namun tidak semua siswa melaksanakan belajar tatap muka. Tetap dibatasi dengan menggunakan pola tingkat untuk menerapkan protokol kesehatan.
Kamis ini, hanya siswa kelas 7 yang belajar tatap muka di sekolah dan dibagi menjadi 3 ruang kelas.
"Nah setelah siswa kelas 7 masuk hari ini, di hari selanjutnya kelas 8 dan berikutnya siswa kelas 9. Begitulah seterusnya nanti,"katanya.
Lanjutnya, dalam hal penerapan protokol kesehatan, sekolah juga sudah menyediakan tempat pencuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh.
"Tidak hanya itu, kita juga menyediakan masker dan hand sanitizer di sekolah,"ujarnya.
Yendra juga menuturkan, sebelum proses belajar tatap muka di buka, SMPN 7 Bintan yang di pimpinnya juga sudah dikunjungi pihak dari Dinas kesehatan. Hal itu guna memastikan apakah fasilitas penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah memadai atau belum.
"Alhamdulillah sekolah kita memadai dan bisa menerapkan proses belajar tatap muka,"tuturnya.
Yendra juga menyebutkan, untuk proses belajar tatap muka di dalam ruangan belajar, jarak antara masing-masing meja siswa diberikan jarak 1 meter, baik depan belakang dan samping.
"Jumlah siswa juga dikurangi menjadi 16 orang per kelas dari yang sebelumnya dalam satu ruang kelas mencapai 38 orang," terangnya.
Siswa masuk pukul 08:00 WIB dan pulang pukul 11:00 WIB.
"Saat pulang, masing-masing siswa juga kita arahkan untuk menyemprot disinfektan di meja dan kursi yang digunakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," katanya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)