Kamis, 4 Juni 2026

Umrah Perdana di Tengah Pandemi COVID-19, 253 Jemaah Asal Indonesia Terbang ke Arab Saudi

Sebanyak 253 jemaah Umrah asal Indonesia mengikuti umrah perdana di tengah pandemi Covid-19.

Tayang:
AFP
IBADAH UMRAH - Sebanyak 253 jemaah Umrah asal Indonesia mengikuti umrah perdana di tengah pandemi Covid-19 pada Minggu (1/11/2020). 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sebanyak 253 jemaah Umrah asal Indonesia mengikuti umrah perdana di tengah pandemi Covid-19.

Umrah perdana ini berlaku setelah pemerintah Arab Saudi membuka kembali ibadah umrah setelah ditutup sekitar 8 bulan.

Adapun jemaah umrah asal Indonesia yang ikut di dalam penerbangan dengan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 777-300 ini berjumlah 253 orang jemaah.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, calon jemaah umrah dipastikan ikut menjalani protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Protokol kesehatan itu salah satunya pemeriksaan hasil PCR Test yang berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum waktu pemberangkatan,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (1/11).

Penerbangan umrah ini direalisasikan setelah pemerintah Arab Saudi membuka penerbitan visa umrah bagi WNI.

Penerbangan umrah perdana pada Minggu (1/11/2020) sejak ditutup sekitar 8 bulan lalu itu, dioperasikan oleh maskapai Saudia nomor penerbangan SV 817 rute Jakarta – Jeddah dengan jadwal keberangkatan pukul 10.45 WIB dan landing 16.30 waktu setempat.

Arab Saudi juga menetapkan sejumlah syarat lainnya semisal jemaah umrah luar negaranya harus berusia 18 – 50 tahun.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan Bandara Soekarno-Hatta akan memastikan kelancaran proses keberangkatan jemaah umrah sesuai dengan protokol yang berlaku untuk menjaga kepercayaan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

“WNI kini sudah dapat kembali beribadah umrah, di mana penerbangan perdana dilakukan dari Bandara Soekarno-Hatta. Penting bagi Bandara Soekarno-Hatta untuk menjaga kepercayaan ini dengan menerapkan protokol yang ada termasuk terkait dengan aspek kesehatan,” jelasnya.

PT Angkasa Pura II menerapkan protokol kesehatan dengan konsep Biosafety dan Biosecurity Management sebagai upaya menciptakan bandara yang aman, sehat dan higienis.

Adapun Bandara Soekarno-Hatta, sebagai pintu utama Indonesia, juga telah menjalin konektivitas khusus di tengah pandemi ini dengan bandara di Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China dan Singapura

sejalan dengan inisiatif Travel Corridor Arrangement (TCA) yang dinisiasikan oleh pemerintah Indonesia dengan negara-negara tersebut.

Dilansir Arab News, Senin, (26/10/2020), pembukaan ini akan memberikan bantuan kepada lebih dari 500 perusahaan umrah di Kerajaan yang terkena dampak pandemi. 

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved