Sabtu, 18 April 2026

Pilpres AS, Joe Biden vs Donald Trump, dan Pengaruhnya bagi Batam, Ini Kata Syamsul dan Jadi

Kemungkinan Trump kembali jadi Presiden Amerika Serikat mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan termasuk di tanah air, bahkan di Kepri.

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Dewi Haryati
AFP/BRENDAN SMIALOWSKI/JIM WATSON
PEMILIHAN PRESIDEN AS Donald Trump (kiri) vs Joe Biden 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat kemungkinan dimenangkan oleh Donald Trump atas lawannya Joe Biden.

Kemungkinan Trump kembali jadi Presiden Amerika Serikat ini kemudian mendapat tanggapan berbeda-beda dari berbagai kalangan termasuk di tanah air, bahkan di Kepri.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum misalnya, ia menilai sikap Indoensia tetap pro aktif dalam geopolitik dunia yang mengarah ke multipolar. Namun, strategi ekonomi berorientasi ke bipolar, tarik-menarik pendulum global ekonomi antara Amerika dan China.

Menurut Syamsul, Trumpnomic memang mengarah ke membangun kekuatan proteksi internal dalam negeri. Tetapi tren dunia yang terbagi-bagi secara ekonomi meskipun mengkristal ke dua kekuatan pengaruh ekonomi Amerika dan China.

“Tetap saja faktor ketergantungan aliansi ekonomi global tidak terelakkan,” ungkap Syamsul kepada Tribun Batam, Rabu (4/11/2020) malam.

Baca juga: Donald Trump Teriak Lantang Merasa Dicurangi Kubu Joe Biden di Pilpres AS 2020

Baca juga: Cara Menentukan Pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat antara Donald Trump vs Joe Biden

Syamsul memastikan, kemungkinan kemenangan Trump ini juga akan berdampak pada Kota Batam secara khusus dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara keseluruhan.

Hal tersebut bisa terlihat ketika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri mengunjungi USA Chambers of Commerce pada era Trump berkuasa. Kunjungan itu ditanggapai sangat positif.

“Hanya signal perang dagang bisa berlanjut atau justru masuk ke tahap epilog atau ending. Karena selling point global politics sudah ada di tangan Trump,” sebut Syamsul.

Syamsul menilai, Batam bisa mengambil dual keuntungan atas kemenangan Trump dari sisi pasar global dan pasar domestik Amerika dan China serta aliansi dagangnya.

Kondisi pandemi Corona selama 2020 jika bisa diselesaikan pada 2021 akan menjadi bubble economy yang membuka captive market pasar global.

Dia menegaskan, kemungkinan kemenangan Trum merupakan momen baik bagi industri Batam untuk terus optimistis menghadapi 2021. Karena angka 2021 merefleksikan abad ke-20 dan abad ke-21 atau XX dan XXI. Ini menjadi suatu angka keberuntungan ekonomi global.

“Saya prediksi booming economy jatuh pada semester ke dua, Juli 2021. Pada bulan itu Amerika merayakan independence day-nya,” yakin Penjabat Wali Kota Batam itu.

Sedikit berbeda dari Syamsul Bahrum, Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk menilai siapapun yang menang, baik Trump maupun Joe Biden tetap memberikan dampak bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, kalau Trump menang kembali, maka ekonomi global akan diliput ketidakpastian lagi. Karena, ada potensi perang dagang antara Amerika dan China akan terjadi kembali dalam fase yang berbeda.

“Trump tetap akan menjalankan kebijakan "American First" yang berkaitan dengan neraca perdagangan Amerika dengan negara lain,” ungkap Jadi.

Dia menegaskan saat ini neraca dagang Indonesia surplus terhadap negeri Paman Sam itu. Artinya, akan banyak perusahaan China keluar dari negaranya kemudian masuk ke negara Asia lainnya.

“Indonesia dan Batam khususnya akan diuntungkan,” yakin Ketua Kadin Kota Batam ini. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved