TRIBUN WIKI
Apa Jadinya bila Kadar Trombosit Terlalu Rendah? Kenali Penyebab dan Gejala Trombositopenia
Dalam sel darah merah ini, ada satu komponen penting, yakni trombosit. Trombosit berfungsi untuk membantu proses pembekukan darah.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Tubuh manusia terdiri dari sel darah merah yang berperan penting dalam tubuh manusia.
Dalam sel darah merah ini, ada satu komponen penting, yakni trombosit.
Trombosit berfungsi untuk membantu proses pembekukan darah.
Trombosit juga bisa disebut sebagai platelet darah.
Zat ini diproduksi oleh tubuh di dalam sumsum tulang belakang bersama dengan sel darah merah dan sel darah putih.
Karena fungsinya yang sangat penting, kadar trombosit dalam darah akan terus dipantau terutama ketika seseorang sedang menjalani operasi besar, seperti transplantasi organ dan operasi kanker.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kadar trombosit pada level normal agar tidak terkena berbagai masalah kesehatan.
Lantas, bagaimana bila kadar trombosit dalam tubuh rendah?
Baca juga: Daftar Makanan yang Bisa Dikonsumsi untuk Menaikkan Trombosit
Kekurangan trombosit

Kekurangan trombosit, atau dalam istilah medis disebut trombositopenia, bisa memicu berbagai gangguan di tubuh.
Pasalnya, trombosit merupakan sel darah tak berwarna yang membantu proses pembekuan darah.
Trombositopenia bisa terjadi akibat kelainan sumsum tulang seperti leukemia, efek obat, atau masalah sistem kekebalan.
Gejala
Kondisi ini bisa memicu berbagai gejala, seperti berikut:
- muncul memar atau ruam di kulit
- mimisan
- gusi berdarah
- darah sulit menggumpal
- menstruasi yang berat
- pendarahan dari rektum
- darah di tinja
- darah di urin.
Dalam kasus parah, rendahnya kadar trombosit juga bisa memicu pendarahan internal yang berbahaya.
Baca juga: Mengenal Jenis dan Gejala Bronkitis pada Paru-paru, Waspada bila Batuk Berlendir Parah
Penyebab
Menurut Mayo Clinic, seseorang bisa dikatakan mengalami trombositopenia jika memiliki tingkat trombosit kurang dari 150.0000 trombosit per mikroliter darah.
Kadar trombosit yang rendah bisa disebabkan berbagai hal, seperti berikut:
- Masalah sumsum tulang
Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang.
Di situlah semua komponen darah, termasuk trombosit, diproduksi.
Jika sumsum tulang tidak menghasilkan cukup trombosit, kita akan memiliki jumlah trombosit yang rendah.
Baca juga: Tanpa Pakai Obat, Ini yang Anda Bisa Lakukan untuk Turunkan Tekanan Darah, Silahkan Dicoba!
Penyebab rendahnya produksi trombosit bisa berupa berikut:
- anemia aplastik
- kekurangan vitamin B-12
- defisiensi folat
- kekurangan zat besi
- infeksi virus, termasuk HIV, Epstein-Barr, dan cacar air
- paparan kemoterapi, radiasi, atau bahan kimia beracun
- mengkonsumsi terlalu banyak alkohol
- sirosis
- leukemia
- myelodysplasia.
Baca juga: Puncak dari Segala Penyakit Ginjal, Waspadai Penyebab dan Gejala Gagal Ginjal, Harus Cuci Darah
Trombosit hancur
Setiap trombosit hidup sekitar 10 hari dalam tubuh yang sehat.
Rendahnya kadar trombosit juga bisa disebabkan oleh tubuh yang menghancurkan trombosit.
Hal ini dapat disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk obat diuretik dan anti-kejang.
Kondisi ini juga bisa menjadi gejala dari penyakit berikut:
- hipersplenisme, atau limpa yang membesar
- gangguan autoimun
- kehamilan
- infeksi bakteri dalam darah
- purpura trombositopenik idiopatik
- purpura trombositopenik trombotik
- sindrom uremik hemolitik
- koagulasi intravaskular diseminata.
Selain itu, rendahnya kadar trombosit juga bisa dipicu oleh kondisi berikut:
Baca juga: Penyebab dan Gejala Pendarahan Lambung, Berisiko Sebabkan Kematian bila Tak Ditangani
1. Kehamilan
Trombositopenia yang disebabkan oleh kehamilan biasanya ringan dan membaik segera setelah melahirkan.
2. Autoimun
Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis, juga bisa memicu rendahnya kadar trombosit.
Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit.
3. Bakteri dalam darah
Infeksi bakteri parah yang melibatkan darah (bakteremia) dapat menghancurkan trombosit.
4. Purpura trombositopenik trombotik
Kondisi ini bisa terjadi ketika gumpalan darah kecil tiba-tiba terbentuk di seluruh tubuh, sehingga memerlukan trombosit dalam jumlah besar.
5.Sindrom uremik hemolitik
Gangguan langka ini menyebabkan penurunan tajam trombosit, kerusakan sel darah merah, dan mengganggu fungsi ginjal.
6. Efek obat
Obat-obatan tertentu dapat mengurangi jumlah trombosit dalam darah.
Selain itu, jenis obat tertentu juga dapat mengacaukan sistem kekebalan dan menyebabkan hancurnya trombosit.
Baca juga: Penyebab dan Gejala Pendarahan Subdural pada Otak, Apa Bahayanya?
Cara mengatasi
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kadar trombosit yang rendah.
Dalam kasus ringan, dokter mungkin ingin menunda pengobatan dan hanya memantau kondisi pasien.
Dokter juga seringkali menarankan pasien untuk mengambil tindakan pencegahan seperti berikut:
- menghindari olahraga kontak
- menghindari aktivitas dengan risiko tinggi
- perdarahan atau memar
- membatasi konsumsi alkohol
- menghentikan atau mengganti obat yang memengaruhi trombosit, termasuk aspirin dan ibuprofen.
Baca juga: Penyebab dan Gejala Leukopenia, Mudah Sakit Akibat Kurangnya Sel Darah Putih
Untuk kasus parah, dokter akan memberikan perawatan medis seperti berikut:
- transfusi darah atau trombosit
- mengganti obat yang menyebabkan jumlah trombosit rendah
- memberikan kortikosteroid untuk memblokir antibodi trombosit
- memberikan obat yang menekan sistem kekebalan
- operasi
- pengangkatan limpa.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kadar Trombosit Rendah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tromtrom.jpg)