Breaking News:

Fakta Baru Terungkap, 5 Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Ternyata Motor Bodong

Pihak kepolisian mengungkapkan lima diantara moge yang melintas di Bukittinggi itu tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

Editor: Aminudin
ISTIMEWA
Dua anggota polisi memeriksa sejumlah kendaraan bermotor jenis motor gede atau Moge yang diamankan untuk sementara waktu di Kantor Polres Bukittinggi, Sabtu (7/11/2020) lalu. 

TRIBUNBATAM.id - Lima kendaraan jenis motor gede atau moge yang merupakan rombongan touring tersandung kasus di Bukittinggi dicurigai pihak kepolisian.

Pihak kepolisian mengungkapkan lima diantara moge yang melintas di Bukittinggi itu tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto pada Sabtu (7/11/2020).

"Memang sekarang sedang pemeriksaan secara intensif, berkaitan dengan kendaraan tersebut. Sementara itu ada beberapa kendaraan yang memang sudah lengkap, dan diduga ada 5 kendaraan moge surat-suratnya belum lengkap," kata Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Pihaknya menyebutkan, surat-surat yang tidak lengkap tersebut seperti STNK kendaraan, dan masih didalami berkaitan surat-surat tersebut serta administrasi lainnya.

"Saat ini sedang didalami oleh Ditlantas Polda Sumbar dan juga rencananya akan dibawa ke Polda Sumbar. Turut dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar berkaitan pengecekan dengan kendaraan tersebut," kata Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Sebelumnya, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan tentang pengawalan iring-iringan Moge oleh pihak kepolisian saat melintas di Kota Bukittinggi.

"Memang ada pengawalan resmi dari kepolisian, dan itu diizinkan dalam rangka untuk memperlancar kegiatan maupun keselamatan pengendara yang dikawal serta yang ada di sekitarnya," kata Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Terpisah, Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawinegara mengatakan kendaraan yang diamankan sementara waktu terdapat sebanyak 24 kendaraan.

tribunnews
Konferensi pers terkait perkara dugaan penganiayaan terhadap dua anggota TNI di Polres Bukittinggi, Sabtu (7/11/2020). (istimewa)

"Terkait dengan status kendaraan, kami sampaikan ada berjumlah 24 kendaraan. Dari 24 kendaraan terdiri dari 21 jenis Harley Davidson, 2 kendaraan jenis Yamaha XMAX, dan 1 kendaraan jenis KTM 1200," kata AKBP Dody Prawiranegara.

Kata dia, status kendaraan dari Kuasa Hukum tersangka menitipkan di kantor kepolisian, kecuali ada 5 kendaraan yang dicurigai.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved