TERORIS DI BATAM
Geledah Rumah Terduga Teroris di Batam, Densus 88 Sita Senpi Rakitan, Terkait Penangkapan di Sumbar
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menggeledah rumah MA alias AF, terduga teroris di Batam. Sita barang bukti senpi rakitan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan menggeledah rumah MA alias AF, terduga teroris di Batam.
MA ditangkap dalam perjalanan pulang kerja di Punggur, Batam.
Sementara rumah MA di Sagulung.
MA diamankan pada Jumat (6/11/2020) di jalan Perumahan Armendo Raya Punggur, kelurahan Kabil kecamatan Nongsa.
"Benar ada penangkapan oleh tim Densus dengan di beckup oleh Polda Kepri," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes pol Harry Goldenhart.
MA diketahui sebagai buruh bangunan di sekitar lokasi penangkapan.
Tim Densus 88 kemudian menggeledah rumah terduga teroris yang berada di salah satu perumahan di kelurahan Tembesi kecamatan Sagulung, kota Batam.
Baca juga: Terduga Teroris di Batam Ditangkap Baru Pulang Kerja di Punggur, Tinggal di Sagulung
Dari hasil penggeladahan tim Densus menemukan beberapa barang bukti seperti 1 Unit senjata rakitan yang belum sempurna, 2 unit busur panah, 5 unit anak panah, 2 buah sangkur,1 unit alat mesin solder, 2 unit alat solder, 1 plastik berisi bubuk putih, 1 Plastik bubuk Balerang , 1 pcs Adapter, 1 unit Besi, 6 unit pegas per, 1 unit Tabung dan tas panah, 1 unit Tas panah, 4 unit Shock Spm, 1 pcs Stik (seperti mainan anak) dan 1 unit Jepitan las
MA di ketahui merupakan adik dari AD pelaku terduga terduga teroris yang terlebih dahulu diamankan pada Jumat (6/11/2020) pagi di Sumatera Barat.
Terkait pengembangan penangkapan yang dilakukan Densus 88 itu Kabid Humas Polda Kepri mengatakan Tim Densus masih melakukan pengembangan.
"Tim densus masih melakukan pengembangan," ujar Harry pada Minggu (8/11/2020)
Salah seorang penjaga keamanan perumahan Armendo Raya saat dikonfirmasi terkait penangkapan itu mengaku tidak mengetahui kejadian itu.
"Wah kurang tau kalo ada penangkapan, mungkin penangkapan di depan sana karena jalan masuk ke perumahan sini cukup panjang," ujarnya.
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Batam.
Baca juga: Identitas Terduga Teroris di Batam, Jaringan Jamaah Ansharut Daulah Pendukung ISIS
Jaringan pendukung ISIS
Terduga teroris berinisial MA ditangkap di depan sebuah perubahan di Punggur, Batam.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan, MA merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah.
"MA Alias ABU AL FATIH ditangkap di akses jalan keluar dari sebuah perumahan di Punggur, Punggur," tutur Awi.
Dilansir dari Tribunnewswiki, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan kelompok teroris yang berafiliasi dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
JAD didirikan pada November 2015 dalam sebuah pertemuan di Batu, Malang, Jawa Timur.
Salah satu pencetus JAD adalah Aman Abdurrahman yang saat itu berada di Nusakambangan.
Dari dalam penjara, Aman Abdurrahman menyarankan kepada jamaah yang saat itu datang menjenguk agar mereka membentuk sebuah organisasi yang mewadahi para pendukung Daulah atau Khilafah Islamiyah atau ISIS dari Suriah.
Wadah ini kemudian dinamakan Jamah Ansharut Daulah (JAD) yang bermakna jamaah pendukung daulah.
Kemudian, Aman Aburrahman menunjuk Marwan sebagai pimpinan pusat JAD dan Zainal Anshori sebagai pimpinan JAD wilayah Jawa Timur.
JAD dibentuk dengan beberapa tujuan, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam.
Lalu mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, serta mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad.
Struktur Organisasi JAD
JAD tidak memiliki struktur keanggotaan yang jelas karena relasi hubungan antara simpatisan dan anggota formal JAD juga tidak jelas.
Anggota JAD bahkan bisa melakukan aksi secara mandiri tanpa harus meminta izin kepada pimpinan pusat.
Selain itu, para simpatisan JAD juga bisa membentuk kelompok sempalan baru untuk menghindar dari proses hukum.
Hal ini tentunya berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah) yang lebih mengedepankan keputusan kolektif.
JAD menjadi jaringan teroris yang sangat diwaspadai di Indonesia.
Pada 2017, kelompok ini bahkan telah diakui sebagai organisasi teroris oleh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat.
JAD memiliki beberapa satuan operasional yang terbagi menjadi regional, cabang dan sel.
JAD disebut-sebut berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
JAT merupakan pecahan dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir.(Tribunbatam.id/Alamudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0811_teroris-di-batam-1.jpg)