Minggu, 19 April 2026

BATAM TERKINI

Polsek Batuaji Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan oleh Oknum Pemuka Agama di Tanjunguncang

Selain mengantongi hasil visum, Polsek Batuaji sudah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus dugaan pelecehan oknum pemuka agama.

TribunBatam.id/Ian Sitanggang
POLSEK BATUAJI - Kantor Polsek Batuaji. Penyidik Unit Reskrim Polsek Batuaji sedang menyelidiki kasus dugaan pelecehan oleh oknum pemuka agama di Tanjunguncang. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyidik Polsek Batuaji sedang menyelidiki kasus dugaan pelecehan oleh oknum pemuka agama berinisial NPS di Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Mereka sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, setelah menerima laporan dari seorang warga.

Selain memeriksa sejumlah saksi, mereka juga mengantongi hasil visum dari rumah sakit terhadap remaja putri 14 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan itu.

"Kasusnya sedang kami tangani. Kami juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga," ucap Kapolsek Batuaji melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio, Minggu (8/11/2020).

Laporan polisi itu berawal ketika orang tua remaja putri sebut saja Bunga tidak terima dengan perlakuan keluarga oknum pemuka agama tersebut.

Orangtua Bunga, HS mengaku malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari perwakilan keluarga oknum pemuka agama ketika hendak terjadi perdamaian.

Ia mengaku tidak pernah ada niat untuk melaporkan orang yang seharusnya menjadi teladan bagi umatnya itu.

Ilustrasi pelecehan di Batam
Ilustrasi pelecehan di Batam (tribunnews.com)

"Saat mau proses perdamaian, ada ungkapan mereka bahwa anak saya yang selaku memeluk dia (oknum pemuka agama) setiap bertemu.

Karena adanya kata kata itu . Istri saya akhirnya tidak mau berdamai dan meminta untuk membuat laporan ke polisi," kata Hs.

Ia menceritakan, perdamaian sesuai saran dari Kumpulan Serikat Tolong Menolong (STM) tempat mereka tinggal.

Itu setelah mereka memutuskan untuk pindah lokasi untuk beribadah dari tempat ibadah sebelumnya.

Hs, menceritakan kronologis kejadian, dimana sekitar enam bulan lalu ketika anaknya aktif dalam berbagai kegiatan di rumah ibadah.

Namun seiring berjalannya waktu, anaknya merasa tidak nyaman saat pergi ke rumah ibadah.

"Saat itulah kami mencoba mencari tahu apa masalahnya. Setelah kami tanya, setiap ketemu Beliau, anak kami mengaku selalu dicium dan dipeluk," ungkap Hs.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved