Presiden Palestina Ucapkan Selamat ke Joe Biden, Berharap Hubungan Dua Negara ini Membaik
Abbas telah mengakhiri semua urusan politik dengan pemerintahan Presiden Donald Trump pasca keputusan Trump ditahun 2017, mengakui Yerusalem sebagai i
TRIBUNBATAM.id |RAMALLAH - Setelah Joe Biden resmi memenangkann Pilpres Amerika, sejumlah ucapan datang dari sejumlah kepala negara di Dunia.
Salag satu yang menarik perhatian yakni dari Palestina.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas turut mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden pada Minggu (8/11/2020).
Dikutip dari Reuters, hal itu menjadi indikasi terbukanya pintu Palestina untuk Amerika setelah tiga tahun memboikot politik Gedung Putih.
Baca juga: Sepasang Kekasih Berzina di Kuburan, Sibuk Pakai Celana Ketika Ketahuan Penjaga Makam
Baca juga: Karakter Lahir Neptu Weton Jumat Pon Berdasar Primbon Jawa, Tenang dan Mudah Bergaul
Abbas telah mengakhiri semua urusan politik dengan pemerintahan Presiden Donald Trump pasca keputusan Trump ditahun 2017, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.
"Saya mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden atas kemenangannya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk periode yang akan datang," kata Abbas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya di kota Ramallah, Tepi Barat.
"Saya berharap dapat bekerja dengan Presiden terpilih dan pemerintahannya untuk memperkuat hubungan Palestina-Amerika dan untuk mencapai kebebasan, kemerdekaan, keadilan, dan martabat bagi rakyat kami," lanjut pernyataan itu.
Tindakan Trump itu telah melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun, dimana membuat Israel senang tetapi membuat orang Palestina marah.
Boikot Abbas populer di kalangan warga Palestina, yang merayakan kekalahan Trump pada hari Minggu di jalanan.
Harapan Biden
Joe Biden mengatakan, ia akan mengembalikan dana ke Tepi Barat dan Gaza yang telah dipotong Trump, termasuk bantuan yang diberikan melalui Badan Pembangunan Internasional AS dan badan-badan PBB.
Presiden Partai Demokrat itu menyuarakan dukungan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik tersebut, sebuah formula dimana melihat negara Palestina hidup berdampingan bersama Israel di masa depan.
Tapi Biden mengakui tidak mungkin untuk membalikkan keputusan Yerusalem dan kedutaan AS itu.
“Kekalahan Trump adalah keuntungan bagi kami, bagi rakyat Palestina, karena dia telah menjual perjuangan Palestina,” kata Anwar Abu Amira, 38, seorang pengungsi di Kamp Pantai Gaza.
“Sejak dia menjabat sampai dia kalah, dia telah berusaha untuk menghapus identitas Palestina,” kata Abu Amira.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/joe-biden-berbicara-di-wilmington-delaware-rabu-4112020.jpg)