TERORIS DI BATAM
Terduga Teroris di Batam Seorang Kuli Bangunan, Densus 88 Sita Sejumlah Alat Pembuat Bom
Seorang terduga teroris yang diamankan oleh Tim Densus 88 di Batam ternyata bekerja sebagai Kuli Bangunan. Untuk diketahui, pelaku ditangkap di kawas
JAD dibentuk dengan beberapa tujuan, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam.
Lalu mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, serta mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad.
Struktur Organisasi JAD
JAD tidak memiliki struktur keanggotaan yang jelas karena relasi hubungan antara simpatisan dan anggota formal JAD juga tidak jelas.
Anggota JAD bahkan bisa melakukan aksi secara mandiri tanpa harus meminta izin kepada pimpinan pusat.
Selain itu, para simpatisan JAD juga bisa membentuk kelompok sempalan baru untuk menghindar dari proses hukum.
Hal ini tentunya berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah) yang lebih mengedepankan keputusan kolektif.
JAD menjadi jaringan teroris yang sangat diwaspadai di Indonesia.
Pada 2017, kelompok ini bahkan telah diakui sebagai organisasi teroris oleh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat.
JAD memiliki beberapa satuan operasional yang terbagi menjadi regional, cabang dan sel.
JAD disebut-sebut berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
JAT merupakan pecahan dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir.(Tribunbatam.id/Alamudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/anggota-densus-88.jpg)