Jumat, 29 Mei 2026

Otoritas Shanghai, China Mengkarantina 186 Orang Setelah Temuan Kasus Baru Covid-19

Pihak berwenang di pusat keuangan Shanghai, China, telah mengkarantina 186 orang dan melakukan tes masal Covid-19 pada lebih dari 8.000 orang, setelah

Tayang:
Channel News Asia
Orang-orang memakai masker terlihat di Bandara Internasional Hongqiao di Shanghai, setelah wabah Covid-19 di China mereda. (Reuters/Aly Song) 

TRIBUNBATAM.id, SHANGHAI - Pihak berwenang di pusat keuangan Shanghai, China, telah mengkarantina 186 orang dan melakukan tes Covid-19 pada lebih dari 8.000 orang, setelah salah seorang petugas di bandara internasional utama kota dinyatakan positif terpapar virus corona. 

Pemerintah Shanghai pada Senin (9/11) mengatakan, petugas tersebut merupakan pria berusia 51 tahun yang bekerja sebagai pengangkut barang di Bandara Internasional Pudong. 

Kasus ini muncul saat Shanghai menjadi tuan rumah China International Import Fair (CIIE), pameran impor besar yang bertujuan menyoroti keterbukaan China terhadap perdagangan.

Acara tersebut diselenggarakan pada 5 November dan berakhir pada Selasa (10/11). 

Dilansir dari Channel News Asia, pemerintah kota mengatakan, masih belum jelas bagaimana pria berusia 51 tahun itu tertular virus. Tidak ada kasus tambahan yang ditemukan, menurut pemerintah Shanghai. 

Di kota pelabuhan utara China, Tianjin, lebih dari 77.000 orang telah diuji setelah kasus yang ditularkan secara lokal, dilaporkan pada hari Senin (9/10).

Kasus itu diyakini terkait dengan gudang penyimpanan berpendingin, memperkuat dugaan bahwa virus mungkin saja menyebar dari kemasan makanan beku. 

Pasien tidak memiliki kontak dengan produk makanan beku dan tidak ada hubungan dengan China International Import Expo (CIIE) ke-3 yang sedang berlangsung yang diadakan di Shanghai, kata pihak berwenang. 

Seorang staff di Bandara Internasional Pudong, yang terletak di Area Baru Pudong mengatakan, bandara beroperasi secara normal saat ini. 

Baca juga: Brasil Tangguhkan Uji Coba Vaksin Corona Sinovac China Usai Insiden Buruk yang Serius

Wu Fan, wakil dekan Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Fudan, dan petugas medis dari tim ahli pengobatan virus corona Shanghai mengatakan bahwa, kasus tersebut adalah kasus sekali waktu, dengan cakupan pengaruh terbatas karena respons yang cepat dan tepat waktu. 

Wu Jinglei, kepala komisi kesehatan Shanghai mengatakan saat konferensi pers, pria itu baru-baru ini tidak melakukan kontak dengan produk makanan beku, juga tidak pernah terlibat dengan CIIE selama bekerja.

Kota tersebut telah meningkatkan tingkat risiko untuk kota Zhujiao di Area Baru Pudong, tempat tinggal pasien, menjadi berisiko dengan level menengah. Namun, tingkat risiko untuk bagian lain Shanghai tetap tidak berubah.

Bandara Pudong, pusat penerbangan utama kota untuk penerbangan internasional dipantau beroperasi seperti biasa, berdasarkan laporan media pemerintah setempat.

Shanghai terakhir kali melaporkan kasus penularan Covid-19 lokal pada 29 Juni 2020. 

China telah mengendalikan pandemi dengan lockdown ketat setelah virus corona pertama kali muncul di pusat kota Wuhan tahun lalu, tetapi wabah sporadis terus terjadi, dengan kasus baru-baru ini di tempat-tempat seperti Qingdao dan Xinjiang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved