ROHANI KRISTEN
Renungan Harian dan Doa Katolik Hari Sabtu 21 November 2020, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria
Sesuai penanggalan liturgi Gereja Katolik, Sabtu, 21 November 2020 merupakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah.
"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan.
Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini:
Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak,
maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.
Ada tujuh orang bersaudara.
Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak.
Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu.
Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak.
Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu?
Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Sebab mereka tidak dapat mati lagi.
Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri,
di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.”
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan:
Sejak kecil Bunda Maria dibawa kedua orang tuanya, St. Yoakim dan St Anna, ke Bait Allah di Yerusalem.
Seluruh hidup Maria didedikasikan kepada Allah. Maria menjadikan dirinya sebagai persembahan yang hidup bagi Allah yang hidup pula.
Allah yang hidup, menandakan bahwa cinta Allah itu total.
Tidak setengah mati, tidak setengah hidup. Dalam diriNya ada kepenuhan untuk menyelamatkan manusia.
Allah menaungi kedua nabi yang diceritakan dalam Kitab Wahyu hari ini.
Allah yang sama diyakini pula, jauh sebelumnya turut menyertai para bapa bangsa: Abraham, Ishak dan Yakub.
Keyakinan inilah yang dipegang Maria dalam hidupnya.
Tentu kita tahu bagaimana perjuangannya untuk bisa menjalani komitmen tersebut.
Mari bertanya diri: bercermin dari Maria, bagaimana dengan hidupku saat ini?
Doa:
Ya Allah, aku bersyukur atas kesediaan Bunda Maria dalam mempersembahkan hidupnya.
Semoga teladannya menjadi inspirasi dalam melaksanakan panggilan dan tanggungjawabku saat ini. Amin.
(TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-berdoa-malam.jpg)