Minggu, 26 April 2026

TRIBUN WIKI

Muncul di Google Doodle 25 November, Siapa Sosok Tino Sidin?

Google Doodle hari ini, Rabu (25/11/2020) tampak menampilkan gambar ilustrasi seorang pelukis pria yang tengah mengajari anak-anak menggambar.

Kompas.com
TINO SIDIN - Tino Sidin, muncul di Google Doodle hari ini, Rabu (25/11/2020). Siapa dia? FOTO: GOOGLE DOODLE 

Dia juga pernah menjadi Kepala Bagian Poster Kantor Penerangan Jepang Tebingtinggi pada periode 1944-1945.

Kemudian, sempat pula dia menjajal karir sebagai guru menggambar di SMP Negeri Tebingtinggi pada 1946 sampai 1948.

Hijrah ke Yogyakarta, tugas sebagai guru itu ia lakoni berbarengan dengan jabatannya sebagai anggota Tentara Pelajar Brigade 17 Yogyakarta sampai tahun 1949.

Baca juga: Google Doodle Hari Ini: Mengenang Benyamin Sueb, Seniman Betawi yang Ngaku Tak Punya Cita-cita

Karir sebagai guru menggambar melesat

Dikutip dari arsip Harian Kompas (12/10/2014), Tino mulai mendalami ilmu menggambar di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta pada tahun 1961.

Sebelumnya, dia belajar menggambar dilakukan dengan cara otodidak.

Di Kota Pelajar itu pula kariernya sebagai guru gambar melesat.

Dia pertama kali mengajar anak-anak menggambar di Galeri Seni Sono sekitar tahun 1969.

Karena kepiawaiannya dalam menggambar, Pak Tino diminta mengisi acara Gemar Menggambar di TVRI Yogyakarta pada 1976 sampai 1978.

Sekitar 10 tahun kemudian, acara tv yang dibawakan Pak Tino itu kemudian diambil alih TVRI pusat di Jakarta, sehingga jangkauan acara itu meluas ke banyak wilayah Indonesia.

Selama 20 tahun membawakan Gemar Menggambar, Pak Tino Tino berhasil mentransformasi aktivitas menggambar menjadi sesuatu yang sederhana dan menyenangkan sehingga dia sangat digemari anak-anak.

Baca juga: Google Doodle Hari Ini Hari Guru Nasional 2020, Hadirkan Sosok Pak Tino Sidin, Sosok Guru Menggambar

Garis lurus dan garis lengkung

Saat tampil di layar kaca, Pak Tino memberikan dasar-dasar dalam menggambar, yakni garis lurus dan garis lengkung.

Sebab, dengan memadu-madankan dua garis itu akan menghasilkan suatu gambar yang diinginkan.

Tak hanya itu, Pak Tino juga menyampaikan bahwa ia juga memakai bentuk huruf dan angka sebagai dasar untuk menggambar bentuk lain.

Metode sederhana itu dibawakan Tino dengan sikap ramah dan selalu memuji apa pun hasil gambar anak-anak yang dikirimkan ke studio TVRI.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved