Rabu, 6 Mei 2026

Pengembang Sarankan AstraZeneca Gabungkan Vaksinnya dengan Sputnik V

AstraZeneca perlu mencoba menggabungkan suntikan eksperimentalnya dengan vaksin Covid-19 milik Rusia itu untuk meningkatkan persentase kemanjuran. 

Tayang:
Istimewa
Foto Ilustrasi: Vaksin 

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK - Pengembang vaksin Sputnik V mengomentari kemajuan vaksin AstraZeneca milik Inggris

Menurutnya, AstraZeneca perlu mencoba menggabungkan suntikan eksperimentalnya dengan vaksin Covid-19 milik Rusia itu untuk meningkatkan persentase kemanjuran.  

Diketahui, vaksin Sputnik V memiliki tingkat keefektifan sebesar 92% menurut hasil uji coba sementara.

Di sisi lain, AstraZeneca mengatakan, vaksin Covid-19 yang diproduksinya 70% efektif dalam uji coba penting dan bisa efektif hingga 90%.  

"Jika mereka melakukan uji coba terbaru, kami menyarankan untuk mencoba rejimen menggabungkan suntikan AZ dengan suntikan vektor adenoviral manusia #SputnikV untuk meningkatkan kemanjuran," kata pengembang vaksin Rusia di akun Twitter mereka, Kamis, (26/11/2020). 

"Menggabungkan vaksin mungkin terbukti penting untuk vaksinasi ulang."

AstraZeneca mengatakan, akan memproduksi sebanyak 200 juta dosis vaksin pada akhir 2020. 

Baca juga: Parlemen Malaysia Gelar Rapat Bahas Anggaran 2021, PM Muhyiddin Yassin Ketar-ketir

Vaksin garapan Inggris itu dipandang sebagai salah satu harapan terbaik bagi banyak negara berkembang karena harganya yang lebih murah dan kemampuannya untuk diangkut pada suhu lemari es yang normal. 

Dengan 2.187.990 kasus infeksi, Rusia memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan Brasil. 

Kemungkinan, AstraZeneca akan menjalankan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksinnya, menurut keterangan kepala eksekutif Pascal Soriot, seperti dikutip oleh Bloomberg News, setelah pertanyaan diajukan atas hasil studi tahap akhir. 

Ketika ditanya tentang keraguan soal vaksin AstraZeneca, Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris, Patrick Vallance mengatakan, bahwa vaksin itu berhasil. 

"Hasil utamanya adalah vaksin itu bekerja dan itu sangat menarik," kata Vallance dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (*) 

Simak berita Tribun Batam lainnya di Google News

Baca juga: Luhut Binsar Panjdaitan Jawab Enteng Ketika Ditanya Apakah Akan Ada Ekspor Lobster Kedepannya

Baca juga: Biasa Digunakan untuk Menggoreng, Ternyata Ini Bahaya Minyak Sayur yang Jarang Disadari

Baca juga: Arti Mimpi Rambut Berubah Warna menurut Primbon Jawa, Siap-siap Kamu Bakal Disanjung Bos

Baca juga: Nenek 76 Tahun Dinikahi Pria 29 Tahun, Ternyata Memepelai Wanita Sempat Tolak Lamaran Pria Lain

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved