KISAH TENTARA
Inilah Pilot Wanita Pertama di TNI AD, Anak Penjual Jagung yang Sempat Diragukan Kemampuannya
Wanita asal Medan ini menjadi pilot pertama wanota di TNI AD, berasal dari keluarga sederhana
TRIBUNBATAM.id - Jalan hidup seseorang tak ada yang dapat mengira.
Seperti kisah hidup Puspita Ladiba yang tak pernah menyangka dirinya akhirnya menjadi pilot wanita di TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Tidak main-main, Puspita Ladiba bahkan menjadi salah satu pilot alias penerbang pertama perempuan di TNI AD.
Dia merupakan angkatan pertama wanita di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 2017.
Berikut sekelumit kisah pilot wanita pertama TNI AD yang sukses menggapai cita-citanya:
Namanya Puspita Ladiba biasa disapa Diba. Beberapa waktu lalu berita tentangnya ramai setelah mendapat ucapan selamat dan disalami langsung oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan KSAD Jenderal Andika Perkasa.
Dilansir dari surya.co.id dan tniad.mil.id, pilot wanita pertama TNI AD tersebut lahir pada tanggal 5 Mei 1995 di Muara Teweh, Kalimatan Tengah.
Ia merupakan alumni SMA ERIA Medan dan anak kedua dari empat bersaudara.
Ayahnya bernama Herry Naldi Febri bekerja sebagai supir, dan Ibunya bernama Rika Chari yang bekerja sebagai penjual jagung bakar di jalan STM Medan.
Diba awalnya masuk Taruni Akademi Militer setelah melihat dari brosur tentang penerimaan taruni Akmil tahun 2013.
Berikut beberapa fakta dan kisah Puspita Diba yang kini menjadi pilot wanita pertama TNI AD.
1. Jadi anggota Paskibraka
Saat masih SMA, Diba ternyata pernah menjadi anggota Paskibraka Kota Medan.
Bahkan ia mewakili Sumatra Utara untuk menjadi Paskibraka tingkat nasional di Istana Negara.
Pengalaman tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Diba.