PENANGANAN COVID
Batam Bentuk Tim Khusus Vaksinasi Covid-19, Bapelkes Batam Latih SDM Vaksinator Covid-19
Kadinkes Batam masih menunggu distribusi vaksinasi Covid-19 dari pusat ke daerah. Vaksin diprioritaskan bagi mereka yang rentan terpapar.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi mengakui sudah ada tim khusus untuk pelaksanaan vaksin.
Sambil menunggu jatah vaksin dari pusat, pihaknya mencoba menghitung kebutuhan untuk vaksin Covid-19.
Diakuinya hingga kini, pihaknya masih menunggu pendistribusian vaksin dari pusat ke daerah termasuk Batam. Vaksin diprioritaskan bagi mereka yang rentan terpapar.
Untuk kebutuhan, Didi memaparkan, tenaga medis sekitar lima ribu vaksin, tenaga Damkar, Polisi dan lainnya, dan usia 18 sampai 50 tahun.
Kalau kebutuhan kota Batam ingin sesuai dengan jumlah penduduk.
"Beberapa kali juga tim sudah menggelar rapat bersama untuk persiapan vaksinasi di Batam.
Sekarang terserah pusat, vaksin ini kan ada yang gratis dan mandiri.
Jadi kami juga masih menunggu kejelasan terkait vaksin ini," ujar Didi, Senin (7/12/2020).
Berdasarkan data terbaru perkembangan kasus Covid-19 belum berhasil diatasi.
Penambahan kasus positif juga terus terjadi setiap harinya. Kasus positif sudah mencapai 4.392, dalam perawatan 820 orang.
”Nambah 44 pasien baru, sedangkan yang sembuh hanya 27 orang.
Beberapa hari belakangan jumlah yang positif lebih banyak dari yang sembuh," ujarnya.
Sementara itu, mengenai jenis vaksin yang akan diterima nanti, Didi menyebutkan sesuai dengan surat keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/9896/2020.
Ada enam jenis vaksin yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.
Keenam vaksi tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, China National Phaacetical Grup Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac BioNtech.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bapelkes-batam-latih-pemberi-vaksinasi-covid-19.jpg)