Cara Beli dan Dapat Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri, Ini Syarat yang Harus Disiapkan
Pemerintah menargetkan akan menjalankan program vaksinasi virus Corona atau Covid-19 dimulai awal tahun 2021.
Editor: Anne Maria
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pandemi Covid-19 masih terus terjadi secara global.
Berbagai ilmuan di dunia pun telah membuat vaksin virus Corona. Termasuk di Indonesia.
Namun saat ini Indonesia mendapatkan vaksin virus Corona dari China.
Baca juga: Tiba di Indonesia, Vaksin Covid-19 Tak Bisa Langsung Didistribusikan ke Masyarakat, Ini Alasannya
Baca juga: Kabar Baik! 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia Minggu (6/12) Malam
Pemerintah pun menargetkan akan menjalankan program vaksinasi virus Corona atau Covid-19 dimulai awal tahun 2021.
Target tersebut mundur dari target awal yakni November.
Yang kemudian direvisi kembali pada Desember, hingga program vaksinasi corona itu bisa berjalan Januari 2021.
Tertundanya program vaksinasi pemerintah lantaran BPOM belum mengeluarkan izin otorisasi kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) atas vaksin CoronaVac dari Sinovac, China, akibat data uji klinis final belum lengkap.
Ada dua jalur program vaksinasi corona yang disiapkan pemerintah yakni:
Baca juga: Pro Kontra Vaksin Sinovac Buatan China, Ditolak Brasil Kini Tiba di Indonesia Sebanyak 1,2 Juta
Baca juga: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Airlangga Hartarto: Akan Terbitkan Aturan Pendistribusian
Kedua, jalur mandiri. Menyasar masyarakat yang berusia 19-59 tahun, ada sekitar 57 juta orang sasarannya vaksin corona atau Covid-19 dengan kebutuhan vaksin sekitar 115 juta dosis.
Berbeda dengan program pemerintah yang memberikan vaksin secara gratis, vaksin mandiri ini berbayar.
Hingga kini, pemerintah memang belum menyebutkan besaran harga vaksin corona ini. “Namun, kami pastikan negara akan hadir dalam harga vaksin ini,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat berdiskusi dengan pemimpin redaksi beberapa waktu lalu.
Khusus untuk jalur mandiri, Kementerian BUMN bahkan sudah menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bio Farma untuk menggarap infrastruktur teknologi vaksin mandiri ini, mulai produksi, pengiriman hingga penyuntikan ke end user.
“Segala proses vaksinasi akan dilakukan secara digital. Ada aplikasi khusus yang dikembangkan dan akan selesai Desember 2020 ini,” ujar Erick.
Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma Soleh Udin Al Ayubbi menambahkan, masyarakat yang akan mengikuti vaksin corona secara mandiri harus mengikuti 7 step sebelum dan sesudah vakasinasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia.jpg)