PILKADA KEPRI
Besok Pilkada Kepri, Berikut Prediksi Cuaca Kabupaten dan Kota dari BMKG
Pilkada Kepri digelar 9 Desember 2020, bagaimana kondisi cuaca di Kepri?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pilkada Kepri digelar 9 Desember 2020, bagaimana kondisi cuaca di Kepri?
Berikut prediksi cuaca pada 9 Desember 2020.
Terdapat tiga pasangan calon pada Pilkada Kepri. Selain isdianto dan Suryani, ada pasangan Soerya Respationo dan Iman Sutiawan, serta paslon Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.
Selain Pilgub Kepri, sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kepri juga menggelar Pilkada Serentak.
Lalu bagaimana prakiraan cuaca saat Pilkada Kepri nanti?
Stasiun Metereologi Hang Nadim Batam memprediksi cuaca 9 Desember 2020 berawan dari dini hari hingga siang hari untuk kota Batam.
Sementara saat siang, BMKG memprediksi cuaca hujan ringan hingga sore hari.
Untuk pulau Bintan juga sama dengan Batam, dini hari hingga siang diperkirakan berawan dan akan mengalami hujan ringan pada siang hingga sore hari.
"Untuk Karimun dan lingga secara keseluruhan diperkirakan berawan dari pagi hingga sore hari," jelas Kepala BMKG melalui Forecaster Stamet Hang Nadim, Riska, Selasa (8/12/2020)
Sedangkan untuk kabupaten Natuna diprediksi berawan hingga hujan ringan dari pagi hingga sore hari.
Dan untuk Anambas diprediksi akan mengalami hujan ringan dan berawan di pagi sampai malam hari.
Kecepatan angin cukup kencang di wilayah Anambas dan Natuna. Angin bertiup dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan 2-20 knot atau dikisaran 30 kilometer perjam. Sedangkan untuk wilayah Batam kecepatan 2-18 Knot.
Untuk gelombang diperkirakan sekitar perairan Batam, Tanjungpinang dan Karimun, gelombang setinggi 1,3 meter.
Sedangkan di Bintan dan Lingga, diprediksi gelombang setinggi 2 meter.
Gelombang paling tinggi di perairan Anambas dan Natuna, setingga 3,5 meter.
Tingginya gelombang ini disebabkan angin kencang yang melanda wilayah Kepri.
"Kapal kapal kecil agar berhati-hati bila melakukan perjalanan," ujarnya.
Polda Kepri Soal Pilkada Serentak
Jelang H-1 pemilihan kepala daerah serentak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terbilang cukup kondusif.
Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman menyampaikan situasi kamtibmas menjelang Pilkada serentak Rabu, 9 Desember 2020 terbilang aman dan kondusif
"Alhamdulillah hingga sampai saat ini Provinsi Kepri aman dan kondusif dan didalam Pemilihan Serentak tahun 2020," kata Kapolda Kepri, Selasa (8/12/2020).
Laporan kondisi kepri itu disampaikan oleh Kapolda Kepri kepada Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto yang mengunjungi Polda Kepri.
Aris menjelaskan pada pelaksanaan Pilkada Serentak ini Polda Kepri menerjunkan 11027 personil pengamanan. Terdiri 474 anggota TNI, linmas Sebanyak 8024 personil dari BKO Nusantara sebanyak 350 personil.
"Dalam menghadapi apabila terjadi Kontijensi, Polda Kepri juga telah menetapkan 3 Rayonisasi dalam menghadapinya terdiri dari Rayon I yaitu Polresta Barelang.
Polres Karimun, Rayon II terdiri dari Polres Bintan, Polres Tanjung Pinang dan Polres Lingga, serta Rayon III di Polres Natuna dan Polres Anambas," Jelas Aris.
Aris juga menjelaskan untuk personil BKO Nusantara sudah melakukan pergeseran ke daerah untuk melakukan pengamanan melalui jalur darat, laut dan udara untuk wilayah Polres Natuna dan Polres Anambas.
Sementara itu Irwasum Polri yang didampingi oleh Dir Samapta Kor Sabara Baharkam Polri Irjen Pol Fahruz Zaman dan beberapa staf lainnya datang ke Polda Kepri dalam rangka Supervisi Ops Mantap Praja 2020 dan Asisitensi Pengamanan Pemungutan Suara Pemilihan Serentak tahun 2020.
Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, tujuan dan sasaran serta harapan dilaksanakan supervisi dan asistensi pada tahap pengamanan pemungutan pilkada serentak tahun 2020 adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Polda Kepri di pelaksanaan Pilkada Serentak.
Agung mengatakan Kesiapan yang dimaksud, yang dilakukan dalam pengamanan pemungutan suara sehingga akan terlihat apakah semua rencana telah mampu mengakomodir semua kepentingan tugas dan bersinergi semua kekuatan yang ada dalam menyelesaikan sasaran strategis dengan sasaran terwujudnya koordinasi yang baik lintas satuan.
"Hal terpenting lainnya adalah Polri harus mampu bangun kepercayaan publik, dapat meyakinkan masyarakat bahwa pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan dengan aman serta terhindar dari penyebaran covid-19 apabila masyarakat disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan," jelas Agung.(TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0812_pilkada-2020-1.jpg)