HUMAN INTEREST
KISAH Yoga 'Bintan Boy Creation', Dulang Rupiah dari Tanaman saat Pandemi Covid-19
Usaha tanaman Bintan Boy Creation di Batu Ampar, Kota Batam digeluti Yoga sejak 6 tahun lalu.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jalan Yos Sudarso, Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri terlihat hijau.
Itu setelah ada tanaman yang tertata rapi di tepi jalan kawasan industri itu.
Usaha bernama Bintan Boy Creation itu milik Yoga.
Pria 58 tahun itu memulai usaha itu sejak 6 tahun lalu.
Di sanalah Yoga membuka usahanya. Ia menjual berbagai jenis tanaman hias, dan beragam jenis pupuk.
Laki-laki paruh baya itu, menceritakan awal kisah terbentuknya usaha yang kini ia geluti.
"Awalnya dari hobi Mas, nah kemudian saya melihat peluang bahwa, sangat sedikit orang yang jual tanaman hias.
Selain itu, kita pahamlah Batam kan Kota Industri, polusi di mana-mana dan akhirnya saya membuka usaha jual beli tanaman ini," ujar Yoga kepada TribunBatam.id, Minggu (13/12/2020).
Melihat kondisi Batam yang penuh dengan polusi kendaraan dan pabrik, jadi alasan Yoga membuat usaha jual beli tanaman sekaligus membuat taman.
Selain mencari Rupiah, minimal membantu meneteralisir polusi udara di Batam.
Saat Pandemi Covid-19 membuat resah warga.
Dalam penanggulangan wabah ini mengakibatkan dampak yang cukup serius pada perekonomian.
Dengan diterapkan pembatasan sosial berskala besar PSBB, mengakibatkan kejenuhan dan kesenjangan bagi masyarakat yang berada di zona merah, seperti Batam.
Baca juga: Inilah 7 Tanaman Hias Pembawa Hoki Menurut Feng Shui
Baca juga: 7 Jenis Tanaman Hias ini Dapat Mempercantik Tampilan Rumah
Karena masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktifitas seperti biasa, dan selalu tatap di rumah masing-masing.
Menimbulkan kejenuhan, karena gaya hidup baru itu.
Berbeda dengan yang dialami Yoga. Ia justru mendapat keuntungan pada masa-masa sulit itu.
"Ya lucunya gitu mas, masyarakat kebanyakan mengeluh akibat corona itu kan, karna mereka tak dapat jualan seperti biasa.
Kalau saya, justru mendapat keuntungan lebih dari biasanya," tutur Yoga
Masyarakat yang suntuk di rumah, bingung mau melakukan apa?, akhirnya diantara mereka banyak yang memilih untuk menanam tanaman hias.
"Alhamdulillah, pendapatan saya meningkat waktu itu, kadang bisa mencapai 1 setengah juta per harinya," kenang Yoga.
Corona merupakan momok yang selalu diresahkan warga, tapi lain halnya dengan Pak Yoga, Corona pembawa berkah bagi usahanya.
Kini, era New Normal Pak Yoga masih tetap beroperasi menjual tanaman hias seperti biasa.
Ia dibantu dengan dua orang karyawannya.
Rendi, salah satu karyawan Pak Yoga di Bintan Boy Creation miliknya.
Ia mengatakan, jumlah pembeli tanaman hias dan pupuk saat ini cukup signifikan.
"Hari-hari biasa, kalau untuk pupuk bisa laku 40 sampai 50 karung per harinya, hari libur Sabtu Minggu bisa laku sampai dua kali lipat hari biasanya, kadang tembus 100 karung," kata Rendi.
Pria 35 tahun itu, bekerja dengan Pak Yoga sudah hampir 7 bulan.
Ia bersyukur bekerja di Bintan Boy Creation milik Pak Yoga, disaat orang lain sulit mencari pekerjaan ia justru mendapat sedikit serpihan emas dari hasil jualan tanaman hias dan pupuk.
"Pupuk kompos kita jual 25 ribu per karung, pupuk hasil campuran kulit padi dan ampas kayu 15 ribu per karungnya," kata Rendi.
Bumi harus dijaga dan dilestarikan, begitu juga dengan tanaman, tanaman atau tumbuhan merupakan paru-paru Dunia.
Karena dengan menjaga alam, kita pasti akan dijaga pula olehnya.
Sama halnya yang di alami Pak Yoga dan karyawannya, mendapat berkah pada masa pandemi covid-19.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisah-bintan-boy-creation.jpg)