PILKADA KEPRI
Beda sikap KPU Tanjungpinang saat Pleno Pilkada Kepri, Tertutup untuk Media?
Rapat pleno Pilkada Kepri oleh KPU Tanjungpinang di CK Hotel Tanjungpinang dipimpin Ketua Aswin Nasution, serta dijaga ketat TNI/Polri.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini, menjelaskan, dalam rakor kemarin, bertujuan untuk mendapatkan laporan langsung hasil pengawasan dan permasalahan rekapitulasi suara ditingkat PPK, yang telah diawasi oleh Panwascam.
Sehingga akan ditindaklanjuti pada rekapitulasi ditingkat KPU, bila ada saran perbaikan, rekomendasi atau permalahan yang belum diselesaikan.
Dalam Pilkada Serentak di Kepri, terdapat tiga pasangan calon atau paslon.
Mereka di antaranya paslon Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, Isdianto dan Suryani, serta paslon Soerya Respationo dan Iman Sutiawan.
"Sehingga proses dan hasil rekapitulasi suara ditingkat KPU sudah dapat clear and clean serta menghasilkan rekapitulasi suara yang valid," ucapnya, Rabu (16/12/2020).

Ia menyampaikan, fokus pengawasan Bawaslu pada rekapitulasi KPU, guna memastikan prosedur dan mekanisme pleno rekapitulasi tingkat KPU sesuai Peraturan Perundangan, dengan merujuk PKPU 19 Tahun 2020.
Secara substansi, mengawasi rekapitulasi suara sesuai dengan hasil perolehan suara dari PPK, mengantisipasi agar tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam menginput data, serta memberikan saran perbaikan atau rekomendasi jika terdapat kesalahan.
"Maka perlu para saksi paslon dan pihak terkait, mengawal proses rekapitulasi suara besok secara intensif dan kondusif agar sesuai ketentuan.
"Bawaslu berupaya memastikan kesiapan teknis pleno rekapitulasi KPU, semoga lancar tanpa ada kendala", ucapnya.
Bawaslu Tanjungpinang Sebar Mata-Mata Awasi Money Politic
Bawaslu Tanjungpinang telah menyebar ratusan mata-mata untuk memantau dugaan pelanggaran kampanye di masa tenang dan politik uang di Tanjungpinang.
Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Tanjungpinang, M. Zaini kepada Tribun Batam, Senin (7/12/2020).
"Sebanyak 460 orang kami sebar ke penjuru Tanjungpinang untuk memantau dugaan pelanggaran kampanye masa tenang dan politik uang," ujarnya.
Selain itu, pihaknya bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, serta Satgas Covid -19 secara terbuka melakukan patroli bersama.
"Jadi kalau patroli bersama itu secara terbuka. Kalau yang 460 orang itu patroli khusus kami yang mengintai atau mata-mata," tegasnya.