PILKADA KEPRI
Beda sikap KPU Tanjungpinang saat Pleno Pilkada Kepri, Tertutup untuk Media?
Rapat pleno Pilkada Kepri oleh KPU Tanjungpinang di CK Hotel Tanjungpinang dipimpin Ketua Aswin Nasution, serta dijaga ketat TNI/Polri.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Beda sikap KPU Tanjungpinang saat Pleno Pilkada Kepri, Tertutup untuk Media?
Rapat pleno rekapitulasi Pilkada Kepri oleh KPU Tanjungpinang tertutup untuk media.
Rapat pleno KPU Tanjungpinang di CK Hotel Tanjungpinang serta dipimpin Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution itu memang terlihat dijaga ketat personel TNI/Polri.
Ketika TribunBatam.id mencoba memasuki aula pelaksanan pleno, namun ditahan dan tidak diberikan izin untuk meliput oleh pihak kepolisian yang berjaga di situ.
Polisi yang bertugas mengaku mendapatkan arahan dari ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution untuk melarang setiap awak media yang ingin meliput.

Saat dikonfirmasi, Aswin justru membantah dan menegaskan ia tidak pernah memberikan arahan untuk melarang pihak media untuk meliput.
"Kami tidak ada melarang," katanya singkat saat dihubungi, Rabu (16/12/20).
Sementara Komisioner KPU Tanjungpinang lainnya, Muhammad Hafidz Diwa Prayoga membenarkan adanya larangan bagi media untuk meliput rapat pleno rekapitulasi suara itu.
"Iya, untuk saat ini memang dilarang," ujarnya saat berada di luar ruangan.
Sementara itu diluar gedung, tampak beberapa awak media lainnya juga tidak diberikan izin, dan terlihat masih menunggu.
Sampai berita ini dimuat pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara masih berlangsung.
Bawaslu Tanjungpinang Kawal Pleno KPU Tanjungpinang
Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Tanjungpinang ikut mengawal pleno rekapitulasi Pilkada Kepri tingkat kota.
Pengawasan Bawaslu Tanjungpinang, bahkan sampai mengawasi pergeseran kotak suara yang berisi dokumen hasil rekapitulasi 4 kecamatan dari gudang logistik KPU di jalan Handjoyo Putro menuju lokasi pleno KPU di hotel CK, pada pukul 08.30 Wib pagi ini.
Baca juga: BREAKING NEWS - Sidang Pleno KPU Dimulai, Walikota Terpilih Segera Ditetapkan
Baca juga: UPDATE Real Count KPU Pilgub Kepri 2020 Pukul 14.59 WIB, Ansar Marlin 44 %, Isdianto Suryani 34,6 %

Persiapan pengawasan di Pilgub Kepri itu juga mereka buat dalam bentuk rapat koordinasi (rakor) bersama Panwascam se-Kota Tanjungpinang.
Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini, menjelaskan, dalam rakor kemarin, bertujuan untuk mendapatkan laporan langsung hasil pengawasan dan permasalahan rekapitulasi suara ditingkat PPK, yang telah diawasi oleh Panwascam.
Sehingga akan ditindaklanjuti pada rekapitulasi ditingkat KPU, bila ada saran perbaikan, rekomendasi atau permalahan yang belum diselesaikan.
Dalam Pilkada Serentak di Kepri, terdapat tiga pasangan calon atau paslon.
Mereka di antaranya paslon Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, Isdianto dan Suryani, serta paslon Soerya Respationo dan Iman Sutiawan.
"Sehingga proses dan hasil rekapitulasi suara ditingkat KPU sudah dapat clear and clean serta menghasilkan rekapitulasi suara yang valid," ucapnya, Rabu (16/12/2020).

Ia menyampaikan, fokus pengawasan Bawaslu pada rekapitulasi KPU, guna memastikan prosedur dan mekanisme pleno rekapitulasi tingkat KPU sesuai Peraturan Perundangan, dengan merujuk PKPU 19 Tahun 2020.
Secara substansi, mengawasi rekapitulasi suara sesuai dengan hasil perolehan suara dari PPK, mengantisipasi agar tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam menginput data, serta memberikan saran perbaikan atau rekomendasi jika terdapat kesalahan.
"Maka perlu para saksi paslon dan pihak terkait, mengawal proses rekapitulasi suara besok secara intensif dan kondusif agar sesuai ketentuan.
"Bawaslu berupaya memastikan kesiapan teknis pleno rekapitulasi KPU, semoga lancar tanpa ada kendala", ucapnya.
Bawaslu Tanjungpinang Sebar Mata-Mata Awasi Money Politic
Bawaslu Tanjungpinang telah menyebar ratusan mata-mata untuk memantau dugaan pelanggaran kampanye di masa tenang dan politik uang di Tanjungpinang.
Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Tanjungpinang, M. Zaini kepada Tribun Batam, Senin (7/12/2020).
"Sebanyak 460 orang kami sebar ke penjuru Tanjungpinang untuk memantau dugaan pelanggaran kampanye masa tenang dan politik uang," ujarnya.
Selain itu, pihaknya bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, serta Satgas Covid -19 secara terbuka melakukan patroli bersama.
"Jadi kalau patroli bersama itu secara terbuka. Kalau yang 460 orang itu patroli khusus kami yang mengintai atau mata-mata," tegasnya.
Bahkan, tadi malam sempat mendapat informasi adanya dugaan pelanggaran politik uang di kawasan Singgarang, Kota Tanjungpinang.
"Namun saat kita lakukan kroscek, tidak menemukan hal itu. Tapi pada intinya, sekecil apapun informasi yang diterima Bawaslu, akan langsung bergerak memastikan," sebutnya.
Zaini juga menyampaikan, sejak awal Bawaslu sudah melakukan pencegahan dalam rangka pengawasan Pilkada serentak 2020.
"Kami juga sudah ingatkan tim pemenang untuk tidak melakukan kampanye masa tenang, serta politik uang," ucapnya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google