HUBUNGAN TERLARANG

Dokter Bunuh Istrinya Secara Perlahan Demi Selingkuhan, Hubungan Terlarang Dibongkar Polisi

Demi lancarkan hubungan terlarangnya dengan wanita lain, seorang dokter membunuh istrinya sendiri dengan racun, korban tewas secara perlahan

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id
Ilustrasi perselingkuhan dan mayat. (indiatvnews.com/freepik) 

TRIBUNBATAM.id - Demi wanita lain, seorang pria yang bekerja sebagai dokter tega membunuh istrinya secara perlahan.

Ia membunuh sang istri dengan menggunakan racun hingga tewas perlahan demi melancarkan hubungan terlarangnya. 

Sepertinya pria ini memang tidak tau diuntung.

Sebab sejak dari nol istrinya menemani hingga ia sukses menjadi seorang dokter yang terkenal.

Bahkan alasan sang suami menikahi istrinya adalah untuk merubah drajat hidupnya dari orang susah menjadi orang berada.

Namun sayang setelah berada di puncak karir, dia malah tergiur dengan wanita lain.

Hubungan Terlarang Janda & Bocah 12 Tahun, Cinta Mati Hingga Berhubungan Intim Akhirnya Tragis
Hubungan Terlarang Janda & Bocah 12 Tahun, Cinta Mati Hingga Berhubungan Intim Akhirnya Tragis (KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID)

Baca juga: TREN SKINCARE 2021: Skincare dengan Kandungan Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Bakal Ramai Peminat

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 19 Desember 2020, Taurus Pasangan Selingkuh, Sagitarius Pacar Baru

Baca juga: Simpan Jejak Sejarah Batam, Museum Batam Raja Ali Haji Dibuka Bertepatan HJB ke-191

Ia ingin meinikahi kekasih gelapnya namun tidak mau menceraikan istrinya.

Salah satu cara yakni membunuh sang istri secara perlahan dengan menggunakan bius.

Sang istripun tewas karena mengalami sakit yang berkepanjangan setelah di bius suaminya sendiri.

Seorang suami meracuni istrinya hingga tewas, demi nikahi wanita selingkuhannya.

Qiu Xiaoqian akan kehilangan segalanya jika menceraikan sang istri.

Dia pun mencari jalan lain, yakni dengan membunuhnya secara diam-diam.

Melansir Eva.vn, kasus pembunuhan yang memilukan itu terjadi Suzhou, China 17 tahun lalu.

Meski telah berlalu lama, tapi masih banyak yang bersimpati dengan nasib pilu korban.

Disebutkan, korban bernama Co To, seorang putri dokter spesialis jantung, Co Tu Vinh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved