Selasa, 14 April 2026

Usai Kalah dalam Pilpres AS, Donald Trump Dikabarkan Jadi Lebih Pendiam

Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengatakan, presiden tidak ingin berbicara tentang masa depannya, kecuali berkaitan dengan sisa-sisa masa ...

AFP/Win McNamee
Presiden AS, Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON DC -  Pasca kalah dalam ajang pemilihan presiden 2020 (Pilpres AS), presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan menjadi lebih pendiam belakangan ini. 

Ia diberitakan kerap menyendiri di salah satu sudut di Ruang Oval yang oleh seorang mantan pejabat disebut sebagai Gua Presiden. 

Melansir The New York Times, Presiden Donald Trump dilaporkan tidak ingin berbicara tentang apa yang akan terjadi setelah ia meninggalkan Gedung Putih bulan depan. 

Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengatakan, presiden tidak ingin berbicara tentang masa depannya kecuali berkaitan dengan sisa-sisa masa jabatannya.

Setiap ada yang memberikan saran agar bersiap untuk pencalonan lagi sebagai presiden pada 2024, Trump memilih mengesampingkannya, setidaknya untuk saat ini. 

"Dia tidak ingin berbicara tentang apa yang akan dia lakukan ketika dia meninggalkan gedung," kata sumber tersebut, Jumat, (18/12/2020).

Baca juga: Arab Saudi Memulai Program Vaksinasi Covid-19 Secara Massal

Baca juga: Selidiki Asal Usul Virus Corona, WHO Berencana Mengunjungi China Januari Mendatang

"Trump yakin dia akan pergi, tapi dia membagi banyak hal. Selama dia menjabat sebagai presiden, dia ingin menjadi presiden," ucap sumber itu. 

Meskipun dikenal sebagai seorang ekstrovert selama empat tahun masa jabatannya, Trump kini menutup dirinya dari publik dalam beberapa pekan terakhir. 

Sebagian besar komunikasi dilakukan melalui Twitter. Trump tidak menunjukkan bahwa dia fokus pada pemerintahan selain berbicara di sebuah acara untuk menyoroti kecepatan pengembangan vaksin Covid-19. 

Seorang pejabat pemerintah mengatakan, Trump belum memainkan peran penting dalam menanggapi peretasan komputer yang menargetkan sejumlah lembaga pemerintah AS.

'Ini bukan ruang kemudi, dan ini juga melibatkan Rusia, yang memperumit banyak hal," tuturnya. (*)

*Simak berita Tribunbatam.id lainnya di GOOGLE NEWS



Baca juga: Jangan Senang Dulu, Ternyata Arti Mimpi Menikah Punya Makna Negatif

Baca juga: Anak Sopir Ambulan Pembawa Logistik Meraung Ketika Ayahnya Dibawa Polisi: Jangan Pak Itu Bapak Saya

Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri TBC yang Harus Diwaspadai, Termasuk Paling Mematikan di Dunia

Baca juga: Arti Kedutan di Bibir Atas Menurut Primbon Jawa, Identik dengan Pertanda Buruk, Anda Bakal Ditipu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved