Minggu, 3 Mei 2026

PENANGANAN COVID

Dinkes Anambas Data Penerima Vaksin Covid-19, 400 Tenaga Kesehatan Prioritas Utama

Selain tenaga kesehatan, Dinkes Anambas juga memprioritaskan vaksin Covid-19 ke TNI/Polri dan tenaga pelayanan publik.

Tayang:
TribunBatam.id/Rahma Tika
Dinkes Anambas bakal memprioritaskan sekitar 400 tenaga kesehatan untuk vaksin Covid-19. Pengelola Pengamatan Penyakit dan Imunisasi, Fitriyanti menyebutkan, selain nakes, TNI/Polri dan tenaga pelayanan publik menjadi target berikutnya dalam distribusi vaksin ini. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau Dinkes PPKBK Anambas sedang mendata penerima vaksin Covid-19.

Jumlah vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah pusat kepada Kabupaten Kepulauan Anambas belum diketahui secara pasti.

Namun, untuk tahap pertama ini, mereka akan memprioritaskan untuk tenaga kesehatan dulu.

Setidaknya ada 400 tenaga kesehatan yang akan mendapat vaksin Covid-19.

Prosedur pemberian vaksin Covid-19 akan membuat mikro planning dengan sasarannya masyarakat. Data masyarakat itu sendiri pihak Dinkes PPKBK akan mendata melalui kepala desa.

Data masyarakat ini nantinya dibagi klasifikasi berdasarkan umur dari 18 sampai 59 tahun.

"Di bawah 18 sama di atas 59 itu tidak dijadikan sasaran dikarenakan berdasarkan kasus umur 18-59 yang paling banyak terkena Covid-19," ujar Pengelola Pengamatan Penyakit dan Imunisasi, Fitriyanti, kepada TribunBatam.id, Selasa (22/12/2020).

Pihkanya telah sudah mengumpulkan data dari sejumlah desa. Dimana data tersebut sudah diteruskan ke Provinsi.

Ia memprediksi, ada sekitar 25 ribu data masyarakat yang telah dikirimkan.

Nantinya Komisi Penanggulangan Covid-19 Nasional (KPCN) mereka yang akan merekap data itu semua.

Target pertama yang menerima vaksin Covid-19 adalah tenaga kesehatan, yang kedua TNI Polri, kemudian pelayanan publik, dan yang terakhir masyarakat.

"Vaksin Covid-19 ini kita berikan secara bertahap, tidak sekaligus," ungkapnya.

Baca juga: Live di TV Presiden AS Terpilih Joe Biden Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer: Tak Perlu Khawatir

Baca juga: Singapura Pakai Vaksin Covid-19 Pfizer, Paket Pertama Sudah Datang Senin Malam

Simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).
Simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Pelaksanaan pemberian vaksin untuk tahap satu bagi tenaga kesehatan diperkirakan pada akhir Januari 2021, selanjutnya untuk TNI Polri diberikan setelah dua bulan berikutnya.

Vaksin Covid-19 ini tidak berbayar gratis untuk masyarakat.

Kuota Vaksin Covid-19 di Batam

Jumlah vaksin Covid-19 untuk wilayah Batam diperkirakan mencapai 500 hingga 600 ribuan.

Namun sasaran yang dibutuhkan mencapai 800 ribuan.

Vaksin ini akan diperuntukkan untuk tenaga medis.

"Alhamdulilah Batam ini mendapat 500 sampai 600 ribuan vaksin. Tapi sasaran 800 ribuan. Nah sisanya yang lain itu kita harapkan bisa melakukan mandiri," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad usai Rakor terkait perkembangan Covid-19, Rabu (16/12/2020).

Pantauan TRIBUNBATAM.id, Amsakar didampingi Kadis Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Dalam rapat ini, Amsakar meminta Didi untuk mempersiapkan dengan baik tenaga medis (vaksinator) yang akan bertugas.

"Ada 449 orang vaksinator. Mulai sekarang harus dilatih. Ketika nanti vaksin diluncurkan, kita sudah ready," ujar Amsakar.

Ia menegaskan sebanyak 449 orang petugas vaksin ini sudah harus disiapkan. Berikan pelatihan sebelum vaksin dikucurkan.

Presiden Joko Widodo (kiri) tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020) pagi sekitar pukul 09.45 WIB. Peninjauan dipandu oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir. Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Tribunnews/HO/BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (kiri) tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020) pagi sekitar pukul 09.45 WIB. Peninjauan dipandu oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir. Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Tribunnews/HO/BPMI Setpres (Tribunnews/HO/BPMI Setpres)

Menurutnya kerja vaksinator ini tidaklah sulit. Dibandingkan dengan operasi bedah. Tak membutuhkan teknis khusus. Pastinya akan ada SOP pelaksanaan vaksin.

"Hanya bagaimana dia menyuntik disini (lengan). Tak merasa sakit dan sambil bergurau," katanya.

Sementara itu, pihaknya juga membahas jumlah pasien Covid-19 yang tak menentu.

Saat September dan Oktober melandai, November meningkat, Desember melandai lagi.

"Tingkat kesembuhan kita 81,5 persen, tingkat kematian 2,5 persen. Artinya kita menangani pasien Covid-19 ini sudah cukup baik. Kerja lebih otimal lagi," katanya.

Amsakar melanjutkan pihak RSUD Embung Fatimah menyampaikan ada keterbatasan obat. Ia meminta Didi untuk segera menganggarkan ketersedian obat tersebut.

"Terkait dengan obat harus kita anggarkan. Jangan sampai masyarakat kita tak dilayani dengan baik karena tak ada obatnya," katanya. (TribunBatam.id/Rahma Tika/Roma Uly Sianturi)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved