Sabtu, 25 April 2026

BATAM TERKINI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Ungkap Kondisi Ekonomi Kepri saat Ini

Musni Hardi K Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau mengungkapkan kondisi ekonomi Kepri setelah dihantam covid-19.

TRIBUNBATAM.id/REBEKHA ASHARI DIANA PUTRI
Acara economic Outlook 2021 diselenggarakan oleh Kamar Dagang Dan Industri Batam yang dihadiri oleh Muhammad Rudi, Marlin Agustina, Musni Hardi K. Atmadja. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Setelah melewati titik terendahnya, sektor perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengalami perbaikan hingga saat ini.

Perbaikan ekonomi Kepri di Q3-2020, yang didorong oleh konsumsi rumah tangga yang sejalan dengan meningkatnya pendapatan dan daya beli serta peningkatan realisasi investasi swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun akselerasi proyek fisik pemerintah terpantau mengalami pertumbuhan.

Hal tersebut diungkapkan Musni Hardi K Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau di sela-sela Economic Outlook 2021 yang diselenggarakan di Club House pada Selasa (22/12/2020) lalu.

“Meningkatnya aktivitas ekonomi global dan domestik, juga diyakini mendorong perbaikan lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta konstruksi. Mengingat, 73,79 persen ekonomi Kepri ditopang Industri Pengolahan, Konstruksi dan kegiatan Pariwisata dengan total penyerapan TK 61.7 persen,” terangnya.

Dikatakannya, perekonomian Kepri akan berpotensi tumbuh tinggi dan inklusif dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif.

Batam yang merupakan kawasan FTZ masih menjadi wilayah favorit untuk negara luar melakukan impor.

Artinya, Batam memiliki akses pada pasar global yang lebih luas dan masih menjadi daya tarik bagi investor. 

Secara geografis, Batam juga memiliki potensi di bidang maritim yang besar dan menjadi salah satu daerah tujuan wisawatan terbesar di Indonesia.

Hal ini memunculkan sebuah keoptimisan dimana ekonomi Kepri pada 2021 akan mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh sejumlah indikator ekonomi.

Hal itu semua menunjukan kearah perbaikan.

Seperti, terjadinya pemulihan aktivitas industri di sejumlah negara mitra dagang pasca-pelonggaran kebijakan lockdown/partial lockdown yang mendorong permintaan produk di industri pengolahan di Kepri.

“Indikator lainnya adalah, adanya pelonggaran pembatasan aktivitas sosial yang mendorong kembali beroperasinya pusat-pusat perbelanjaan. Selain itu, adanya Pilkada serentak di wilayah Kepri sehingga turut mendorong konsumsi juga menjadi salah satu indikator pemicu pertumbuhan,” jelasnya.

Di sisi kepariwisatan juga terlihat menunjukan perbaikan.

Di mana pariwisata domestik mulai membaik, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan upaya mendorong implementasi CHSE.

“Untuk itu, Bank Indonesia akan tetap berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, dengan membangun sinergi serta optimise dalam upaya pemulihan ekonomi Kepri di 2021,” tegasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved