Breaking News:

Protokol Kesehatan di Hang Nadim Batam Jelang Libur Akhir Tahun

Tribun berkesempatan berbincang dengan Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchanny dan Manajer Operasional Bandara Hang Nadim, Bambang Supriyono.

tribunbatam.id
Tribun Batam berkesempatan berbincang dengan Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchanny dan Manajer Operasional Bandara Hang Nadim Batam, Bambang Supriyono. 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 sebentar lagi tiba. Lonjakan penumpang pun tak pelak menjadi sorotan untuk diantisipasi oleh para penyelenggara transportasi umum.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagai penyedia fasilitas perjalanan udara pun mulai berbenah meningkatkan standar protokol kesehatan di lingkungannya.
Guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam bepergian bagi para penumpang, pihak manajemen Bandara Hang Nadim Batam telah menyediakan berbagai fasilitas yang memadai di tengah Covid-19.
Seperti apa penerapan protokol kesehatan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam? Kali ini Tribun Batam berkesempatan berbincang dengan Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchanny dan Manajer Operasional Bandara Hang Nadim Batam, Bambang Supriyono.
Bincang-bincang ini ditampilkan dalam acara Tribun Podcast (Tripod) yang juga disiarkan dalam laman Facebook Tribun Batam.
Simak selengkapnya perbincangan seru Tripod bertajuk "Protokol Kesehatan di Hang Nadim Jelang Libur Akhir Tahun" di bawah ini!
 
TB: Selamat sore pak Bambang dan pak Farchanny, apa kabar pak?
BS: Selamat sore, baik.
AF: Alhamdulillah baik.
 
TB: Bagaimana situasi bandara saat ini pak, apakah jumlah penumpang cenderung meningkat?
BS: Syukurlah mulai meningkat. Kalau sebelum Covid-19 penumpang biasanya sekitar 5.000 sampai 6.000 per hari, sementara kemarin kita melayani 5.660 penumpang. Sejak September 2020 sebenarnya sudah mulai meningkat.
 
TB: Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, kira-kira kapan lonjakan arus mudik dan arus balik nantinya pak?
BS: Diprediksi sekitar tanggal 24 Desember 2020 adalah puncak arus mudik. Sedangkan lonjakan arus baliknya diprediksikan tanggal 31 Desember 2020.
 
TB: Bagaimana pihak bandara menghadapi lonjakan penumpang bertepatan Nataru di tengah Covid-19 ini?
BS: Kita tetap siapkan dan tingkatkan protokol kesehatan, seperti pemasangan marka-marka, serta imbauan jaga jarak juga selalu kita umumkan tiap tiga menit. Apalagi saat persiapan Natal, kita sediakan personil untuk senantiasa mengingatkan penumpang akan protokol kesehatan 3M.
 
AF: Personel KKP sendiri biasanya berjaga di tempat pengecekan surat-surat kesehatan jalur keberangkatan, dan juga pengecekan suhu tubuh di jalur kedatangan. Sebelum masuk ke ruangan check in, kita sudah tambahkan meja pengecekan dari enam menjadi berjumlah sembilan meja, agar antrean tidak menumpuk. Selain itu petugas KKP di bandara juga kita tambahkan.
 
TB: Seperti apa syarat dan prosedur keberangkatan di Bandara Hang Nadim Batam selama masa Covid-19 ini?
BS: Syaratnya tentu saja harus punya tiket. Kemudian juga melampirkan surat hasil Rapid Test atau PCR test dan mengisi formulir eHAC. Prosedurnya, penumpang datang ke bandara membawa surat-surat kesehatan yang akan divalidasi oleh tim KKP. Apabila terbukti non-Reakti atau Negatif Covid-19, dilanjutkan ke pemeriksaan barang, lalu check in sesuai antrean yang disediakan. Setelah check in langsung bisa terbang.
 
AF: Selain membawa surat hasil tes tersebut, ada satu syarat lagi, yaitu sebisa mungkin jangan demam! Suhu tubuh jangan sampai di atas batas maksimum, sebab kami juga tetap akan mengecek kondisi kesehatan penumpang selama validasi itu.
 
TB: Apa itu eHAC pak?
AF: eHAC adalah pengembangan dari Health Alert Card (HAC) yang sekarang sudah elektronik. Bentuknya formulir aplikasi yang wajib diisi terutama untuk penerbanga. Fungsi eHAC sendiri yakni sebagai bentuk surveilans, apabila penumpang ada yang positif Covid-19 di tempat tujuannya, maka dapat ditelusuri melalui eHAC. 
 
TB: Bagaimana menjamin penumpang mengisi data dengan benar di dalam eHAC ini pak?
AF: Insyaallah semua penumpang mengisi data di formulis eHAC dengan jujur. Selain itu kita juga lihat dari KTP-nya, sesuai atau tidak. Mungkin kendala kita, semisal ada penumpang yang tidak punya gadget atau smartphone yang tidak bisa mengunduh aplikasi, kita sarankan secara manual.
 
Tapi kami sekali lagi mengingatkan kepada masyarakat agar jujurlah dalam mengisi segala pertanyaan dalam eHAC. Sebab, aplikasi ini dapat berguna dalam memonitor riwayat anda, sehingga memudahkan proses tracing jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
TB: Apakah ada wacana menyediakan fasilitas pemeriksaan Rapid Test atau PCR test di bandara pak?
BS: Belum ada. Kalau Rapid Test sudah ada beberapa yang disediakan maskapai. Tetapi untuk PCR test, kita membutuhkan laboratorium khusus berstandar BSL-2, untuk mengadakan fasilitas itu cukup mahal biayanya.
 
TB: Bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa kini bepergian melalui angkutan udara di Bandara Hang Nadim aman di tengah Covid-19 ini?
AF: Selama kita disiplin mematuhi 3M, Insyaallah aman. Kalau di dalam pesawat, pihak maskapai sudah menjamin fasilitasnya sudah didisinfeksi secara rutin, dan ada filter udara yang memadai. Selama kita pakai masker di dalam pesawat, dan menjaga jarak kontak dengan orang lain, pastinya aman. Ditambah lagi, wajib pastikan hasil Rapid Test atau PCR test non-Reaktif/Negatif.
 
BS: Kalau dari bandara, kita selalu mengingatkan kepada penumpang tiap tiga menit, patuhi protokol kesehatan. Kita juga antisipasi kepadatan dengan membuka dua pintu keberangkatan, menambah meja pemeriksaan, posko gabungan serta personil agar antrean dapat dikurangi.
Melalui Tribun Podcast (Tripod) bertajuk "Protokol Kesehatan di Hang Nadim Jelang Libur Akhir Tahun" ini, Pimpinan Perusahaan Tribun Batam, Danang Purwoko Raharjo, juga senantiasa mengimbau para Tribunners beserta seluruh masyarakat Batam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M.
Masih di suasana pandemi Covid-19, salah satu upaya menekan penyebaran virus Corona adalah dengan menerapkan 3M di kehidupan sehari-hari, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjagar jarak.
"Jangan lupa menerapkan 3M di mana pun, karena kita masih berada di masa pandemi. Tetap lakukan perjalanan, tapi tetap patuhi protokol kesehatan," tutup Danang ketika memandu acara Tribun Podcast sore ini. (hsu)
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved