Nasib Jack Ma Usai Berani Kritik Pemerintah China, Kerajaan Bisnis Ditekan, Dilarang ke Luar Negeri

Pendiri Alibaba Group Jacka mendapatkan tekanan setelah berani mengkritik kebijakan pemerintah China.

China Daily
Jack Ma, pendiri Alibaba Group 

TRIBUNBATAM.id - Pendiri Alibaba Group Jacka mendapatkan tekanan setelah berani mengkritik kebijakan pemerintah China.

Tekanan Pemerintah China terhadap bisnis Alibaba Group terus berlanjut. Bahkan pemerintah Tiongkok meminta Jack Ma keluar negeri.

Otoritas Antimonopoli China menyelidiki Ant Group dan meminta perusahaan melakukan perombakan bisnis dan lebih fokus pada bisnis awalnya sebagai penyedia layanan pembayaran.

Desakan bank sentral China tersebut akan jadi pukulan berat bagi Jack Ma.

Pasalnya, itu bakal menghambat pertumbuhan bisnis kredit konsumer dan manajemen kekayaan (wealth management) yang paling menguntungkan saat ini.

Pengumuman bank sentral China itu datang hanya berselang satu bulan setelah regulator menangguhkan rencana penawaran umum perdana (IPO) jumbo Ant Group senilai US$ 37 miliar di Bursa Shanghail dan Hong Kong dan berselang beberapa hari setelah penyelidikan antimonopoli terhadap perusahaan ini resmi dimulai pada Kamis (24/12/2020).

Regulator China dan pejabat Partai Komunis telah mengekang kerajaan keuangan  Alibaba yang luas setelah sang pemilik Jack Ma secara terbuka mengkritik sistem peraturan negara pada bulan Oktober karena menghambat inovasi.

Perwakilan Ant telah bertemu pada Sabtu (26/12) dengan pejabat dari bank sentral dan perbankan China lainnya, sekuritas dan regulator valuta asing

"Regulator telah mendesak Ant untuk memperbaiki pelanggaran peraturan keuangan, termasuk dalam bisnis kredit, asuransi dan manajemen kekayaan, dan merombak bisnis peringkat kreditnya untuk melindungi informasi pribadi," kata Wakil Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Pan Gongsheng seperti dikutip Reuters, Minggu (28/12/2020).

Pan telah berhenti mendorong pembubaran Ant tetapi mendesak dilakukan restrukturisasi operasional perusahaan secara signifikan. 

Ant diminta harus mendirikan perusahaan induk terpisah untuk memastikan kecukupan modal dan kepatuhan terhadap peraturan, kata Pan.

Ant juga harus memiliki lisensi penuh untuk menjalankan bisnis kredit pribadinya, serta lebih transparan tentang transaksi pembayaran pihak ketiga dan tidak terlibat dalam persaingan tidak sehat.

Dalam pertemuan tersebut, regulator keuangan China menunjukkan masalah Ant termasuk tata kelola perusahaan yang buruk, pelanggaran tuntutan peraturan, arbitrase regulasi ilegal, penggunaan keuntungan pasarnya untuk menekan pesaing, dan merugikan kepentingan hukum konsumen.

Sementara, Ant dalam sebuah pernyataan menyebut, pihaknya akan membentuk kelompok kerja untuk melakukan perbaikan dan akan sepenuhnya menerapkan persyaratan peraturan.

Ant berawal dari  Alipay, yang diluncurkan pada 2004 sebagai layanan pembayaran, dan 33% dimiliki oleh Alibaba.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved