Lima Lokasi Instagramable di Tanjungpinang, Liburan Gak Harus Mahal
Liburan Gak Harus Mahal, berikut lima lokasi Instagramable di Tanjungpinang. Tertarik berkunjung ke sana?
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Lima Lokasi Instagramable di Tanjungpinang, Liburan Gak Harus Mahal.
Liburan tak melulu harus pergi ke tempat jauh. Di sekitar kamu, tentunya ada lokasi yang bisa membuat diri refreshing.
Kota Tanjungpinang salah satunya. Kota Gurindam sekaligus ibu kota Provinsi Kepri ini punya sejumlah lokasi yang Instagramable banget , lho.
Lokasinya juga masih mudah untuk dijangkau.
Kota Gurindam ini terletak di Pulau Bintan dan beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat, dengan koordinat 0º5' LU dan 104º27' BT.
Kota Tanjungpinang dahulunya adalah pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga. Sebelum dimekarkan menjadi kota otonom.
Luas wilayah Kota ini 150.86 km2 dengan berbagai macam suku bangsa. Seperti, Melayu, Jawa, Minangkabau, Batak, Sunda, Minahasa, Tamil, Betawi, serta Tionghoa.
Penasaran dimana aja lokasinya?
Berikut ini lima lokasi Instagramable di Tanjungpinang.
Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri memiliki banyak objek wisata religi, mulai dari masjid Penyengat hingga Vihara patung Seribu yang berada di Jalan Arah Kijang Km 14 Tanjungpinang.
Sebagian masyarakat lokal pasti sudah familiar dengan tempat wisata religi yang satu ini.
Tak terkecuali wisatawan asing atau turis yang juga banyak datang dari negara tetangga, Singapura.
Tempat ini wajib Anda kunjungi karena memang menjadi tambahan atau koleksi ikon baru Kota Tanjungpinang sejak diresmikan pada tahun 2017 oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun ketika itu.

Vihara unik ini bisa masuk dalam daftar pertama destinasi Anda jika berkunjung ke Tanjungpinang.
Pembangunan vihara ini berlangsung selama 14 tahun dan memiliki 500 patung Lohan dengan berbagai wajah, serta memiliki 40 lebih patung dewa-dewa dalam kepercayaan Buddha.
Vihara ini termasuk vihara terbesar se-Asia Tenggara .
Vihara ini juga dikenal oleh masyarakat dengan Vihara Seribu Wajah karena banyaknya patung di lokasi vihara.
Pembuat patung-patung tersebut kabarnya adalah seniman dari Tiongkok.
Lebih lengkap Wihara ini bernama bernama Ksitigarbha Budhisattva. Konon ceritanya Vihara ini dibangun sejak 2010 dan baru diresmikan Februari 2017.
"Iya ini dibangun bertahun-tahun dan baru selesai 2017," kata Sukamto pemandu wisata.
Tampilan luar begitu megah dan kokoh. Di bagian depan sebuah patung berukuran raksasa tegap berdiri menyambut pengunjung yang datang ke sana.

Terlihat juga dibagian atasnya terdapat pagoda khas ornamen Tiongkok.
Ketika mulai masuk ke dalam lorong maka anda akan dibuat terkesan dengan patung yang berjejer rapi menghadap ke pengunjung yang datang.
Itu merupakan patung Arahat atau patung murid yang telah mencapai titik ke tertinggi.
Untuk masuk ke dalam lokasi ini, pengunjung dikenakan biaya yang relatif sangat murah, hanya Rp 5.000 perorang.
Itu pun sudah termasuk tarif parkir kendaraan, baik mobil maupun motor. Hari Sabtu Minggu menjadi waktu yang paling ramai untuk berkunjung.
"Hari hari biasa ya lumayan. Kalau Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru. Baik orang lokal maupun luar negeri. Bule dan orang India juga banyak," tuturnya.

2. Taman Pamedan & Taman Batu 10
Lokasinya berada di pusat Kota persimpangan 4 Pamedan.
Biasanya taman ini digunakan untuk kegiatan masyarakat, pelaksanaan upacara hari besar hingga arena permainan olahraga seperti Basket, Takraw, hingga panjat tebing.
Selain Taman Pamedan, ada juga Taman Batu 10.
Taman ini berada di kawasan Bintan Center, Kecamatan Tanjungpinang Timur kawasan Terminal Sei Carang.
Biasanya Taman ini banyak dikunjungi warga pada sore hari. Bila hari libur akan mulai dipadati pada pagi hari.
Berbagai alat olahraga, termasuk arena bermain anak juga tersedia di taman ini.

Lokasi Gedung yang menyerupai gong-gong ini terletak di kawasan Tepi Laut, Kecamatan Kota Tanjungpinang atau jalur menuju pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
Taman ini pun kini seakan menjadi icon Kota Tanjungpinang, dimana tepat di sampaing bangunan gong-gong juga dibangun monumen tulisan l Love Tanjungpinang.
Biasanya wisatawan luar negeri, dan dalam negeri menyempatkan berfoto di tulisan tersebut.
Taman ini ramai di kunjungi baik pagi dan sore hari.
Fasilitas olahraga pun juga telah dibuat oleh Pemerintah setempat.
Gedung Gonggong di Tanjungpinang, Kepri menjadi satu di antara pilihan wisata warga untuk rekreasi di masa pandemi Covid-19.
Pasalnya, fasilitas di gedung ikonik Tanjungpinang, berbentuk keong laut ini cukup lengkap.

Untuk spot foto, pengunjung bisa memilih beberapa spot menarik, seperti latar belakang "LOVE KOTA TANJUNGPINANG", "LAMAN BOENDA", dan banyak lagi lainnya.
Gedung Gonggong juga dilengkapi fasilitas taman, tempat duduk, musalla, dan wahana bermain anak-anak.
Tak ayal lagi tempat ini menjadi satu di antara destinasi yang kerap dikunjungi warga.
Tak hanya orang dewasa, Gedung Gonggong juga banyak dikunjungi anak-anak. Karena, disekitar area gedung ini banyak terdapat wahana bermain anak, seperti seluncuran, jaring laba-laba, dan jungkat-jungkit.
Menurut seorang pengunjung, Hijrawati, ia memang sering membawa anaknya ke Gedung Gonggong. Anaknya suka bermain seluncuran di tempat ini.
"Kebetulan di sini banyak tempat bermain anak-anak, makanya sering ke sini mas," tutur Hijrawati.
Suasana di area Gedung Gonggong juga mendukung. Karena setiap sore banyak penjual makanan menjajakan dagangannya di sekitar lokasi.
"Yang bikin enaknya lagi di sore hari. Soalnya banyak penjual jajan-jajanan, anak pun senang," kata perempuan berusia 36 tahun itu kepada TribunBatam.id.

Di masa Covid-19, ia juga menerapkan protokol kesehatan saat membawa anaknya bermain di area Gedung Gonggong. Untuk jaga-jaga, Hijrawati selalu membawa masker dan hand sanitizer.
Gedung Gonggong biasanya ramai didatangi pengunjung pada sore hari.
"Biasanya sekitar pukul 15.00 WIB, di sini sudah mulai ramai. Apalagi hari libur Sabtu dan Minggu," ucap seorang juru parkir di area Gedung Gonggong, Ayong (50).
Jembatan tersebut menjadi aktivitas warga biasa berolahraga seperti joging, dan berkumpul.
Selain itu, biasanya kaum milenial jadikan tempat tersebut untuk berfoto.
Untuk sampai ke Jembatan aksesnya bisa melewati simpang Mall Ramayana Tanjungpinang.

5. Destinasi Wisata Religi di Tanjungpinang
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki beragam destinasi wisata religi untuk seluruh umat beragama di Indonesia.
Salah satunya adalah Gereja Katolik Hati Santa Maria Tak Bernoda di Kota Tanjungpinang.
Gereja ini menjadi spesial karena disebut sebagai Gereja tertua di Kepulauan Riau.
Di belakang gereja ini ada rumah Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, tempat para pastor berdiam.
Pastor Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Kota Tanjungpinang, RD Agustinus Dwi Pramodo mengatakan gereja ini dibangun pada tahun 1932.
Kendati demikian, gereja ini masih kokoh berdiri dengan beberapa renovasi.
Atap gereja ini aslinya terbuat dari bahan tirap, namun telah diganti dengan asbes.
Lokasinya cukup strategis dan dekat dengan sejumlah tempat umum.

Bangunan dengan menara sekitar 75 meter ini terletak di atas bukit di belakang Rumah Dinas Gubernur Kepri, di kawasan Tepi Laut Kota Tanjungpinang.
Selain itu, gereja tersebut bersebelahanan dengan Rumah Sakit Angkatan Laut, Kompleks Perumahan Angkatan Laut dan tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang.
Di depan gedung gereja ini, ada Kantor Dirjen Perbendaharaan Negara Kota Tanjungpinang.
Di sebelah gereja ini terletak bangunan lama Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Tanjungpinang.
Destinasi wisata religi
Gereja tersebut dijadikan sebagai destinasi wisata religius di Kota Tanjungpinang.
Proses pengusulannya ke Pemerintah Kota Tanjungpinang dilakukan pada 2018.
Tim pastores dan umat Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Kota Tanjungpinang juga sudah memugar bangunan gereja ini sehingga semakin indah dan menarik bagi para peziarah untuk berdoa di sana.

“Kita berharap agar gereja ini bisa menjadi tempat berdoa bagi para peziarah dan wisata religius bagi orang-orang yang dating dari ke Kota Tanjungpinang,” kata Dwi Paramodo.
Menurut Dwi Pramodo, gereja ini banyak dikunjungi oleh orang-orang yang dating ke Kota Tanjungpinang.
Para peziarah ini baik berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, semisal orang-orang Singapura dan Malaysia.
Lokasi dan Akses
Gereja ini terletak di jalan Diponegoro No.12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang, gereja ini bisa ditempuh dengan waktu satu menit saja menggunakan kendaraan.
Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang, seseorang hanya membutuhkan waktu satu menit untuk sampai di gereja ini dengan kendaraan roda dua atau roda empat.
Kalau berjalan kaki, paling tidak seseorang hanya menghabiskan waktu lima menit saja. (TribunBatam.id/Endra Kaputra/Noven Simanjuntak/Muhammad Ilham/Widi Wahyuningtyas)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google