BATAM TERKINI
Berkerumun saat Malam Tahun Baru, Warga Batam Langsung Bubar Begitu Didatangi Satgas Covid-19
Sejumlah warga Batam yang awalnya berada di titik keramaian perayaan tahun baru langsung membubarkan diri saat tim Satgas Covid-19 Batam datang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Saat malam perayaan tahun baru, sejumlah warga Batam yang awalnya berada di titik keramaian langsung membubarkan diri saat tim Satgas Covid-19 Batam melakukan patroli.
Hal ini terlihat di salah satu pusat keramaian di kawasan Batam Centre.
Saat Tim Satgas Covid-19 datang, warga di sekitar gelanggang permainan langsung membubarkan diri.
"Memang tugas mereka untuk patroli," ujar salah seorang warga saat itu.
Namun, usai tim Satgas Covid-19 Batam pergi, beberapa warga berniat untuk kembali di gelanggang permainan itu.
"Sudah, kita lanjut saja," teriak salah seorang warga.
Hanya saja, beberapa di antara mereka hanya diam saja di depan gelanggang permainan tersebut.
Satpol PP Kawal Ketat 10 Lokasi Keramaian
Sementara itu, kasus covid-19 di Batam menjadi atensi bagi personel Satpol PP, khususnya saat perayaan malam Tahun Baru 2021.
Masuk dalam tim Satgas Covid-19, mereka menjaga 10 lokasi yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerumunan massa.
Kasus covid-19 di Batam hingga akhir tahun 2020 tercatat 4.983 kasus.
Dari angka itu, sebanyak 4.437 pasien sembuh corona. kasus.
Guna mencegah terjadinya kerumunan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Batam, Salim mengatakan, sebanyak 10 titik keramaian menjadi perhatiannya.
Titik tersebut meliputi kawasan sekitar Harbour Bay Batam, Kampung Bule Batam, daerah Sei Panas, kawasan sekitar Vihara Batam, Batam Centre, dan titik keramaian lainnya, termasuk kawasan wisata kuliner.
"Kurang lebih ada 10 titik. Petugas kami juga menyisir sejumlah titik keramain di setiap kecamatan," ujarnya kepada TribunBatam.id, Jumat (1/1/2021).
Salim menambahkan, patroli mencegah terjadinya kerumunan massa ini hanya sebatas memberikan imbauan kepada warga.
Menurut Salim, hal ini wajar adanya. Sebab, Penanganan Covid masih menjadi salah satu hal paling serius.
Mengingat, sudah 4.983 orang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Batam.
Dimana, sebanyak 4.437 orang di antaranya berhasil sembuh dan 416 orang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan.
Sementara itu, total pasien Covid-19 meninggal sebanyak 130 orang.
Tambah 15 Kasus Baru
Pasien Positif covid-19 di Batam bertambah 15 orang pada akhir tahun 2020.
Dari 15 pasien tersebut, sebanyak 7 di antaranya merupakan pasien bergejala.
Sementara 8 lainnya masuk dalam kategori orang tanpa gejala atau asimptomatik.
Data ini berdasarkan rilis Satgas Covid-19 tanggal 31 Desember 2020.
Walau penambahan kali ini didominasi oleh pasien tanpa gejala, namun secara keseluruhan, Tim Satgas Covid-19 Batam mencatat jika pasien bergejala mulai mendominasi penularan sejak beberapa waktu lalu.
Dalam laporan harian Covid-19 Kota Batam, total pasien bergejala mencapai 51,53 persen dari jumlah kasus.
Sedangkan pasien tanpa gejala hanya sebanyak 1.506 orang.
Sisanya, sebanyak 909 pasien termasuk dalam kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ada.
Walau tren penularan mulai melandai saat awal Desember 2020 lalu, Tim Satgas Covid-19 Batam tetap meminta agar warga tetap waspada.
"Dapat disimpulkan sementara bahwa kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru sehubungan adanya penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di berbagai aktivitas," ujar Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Jumat (1/1/2021).
Dia juga mengajak agar warga Batam tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan tetap menjaga jarak, mencuci tangan, dan senantiasa menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.
Razia Malam Tahun Baru di Batam
Pengendara sepeda motor yang melintas di Simpang Gelael Batam Centre tampak panik, Kamis (31/12) sekira pukul 23.15 WIB.
Itu setelah polisi meminta mereka untuk berhenti. Beberapa dari mereka ada yang tidak mengenakan helm.
Muhammad Nasuha salah satunya. Remaja 16 tahun itu hanya pasrah saat polisi yang meengenakan rompi hijau menindaknya.
Kepada TribunBatam.id, ia mengendarai sepeda motornya dari arah Simpang Kuda ke Perumahan Eden Park untuk mengantar temannya.
Saat berada di lampu merah, ia diminta menepi oleh polisi yang sedang bertugas.
Saat itu Nasuha membawa motor bersama adik perempuannya Husna Hasanah yang masih berumur 14 tahun.
Ia juga terlihat mengenakan helm. "Kebetulan pas di lampu merah, diminta berhenti sama Pak Polisi itu," ucapnya.
Pantauan TRIBUNBATAM.id di lapangan, sekira pukul 23.15 WIB, Kamis (31/12/2020) sampai pukul 01.05 WIB, Jumat (1/1/2021), tampak puluhan pengendara sepeda motor roda dua diamankan oleh pihak kepolisian yang mengenakan rompi hijau.
Masih di lokasi yang sama, pengendara sepeda motor lainnya Muhammad Fikri diminta menepi oleh anggota polisi ketika lampu merah.
Sementara itu, ada puluhan pengendara yang tidak mengenakan helm ditahan beserta kendaraannya di taman trotoar samping Lampu Merah persis depan Pos Polisi simpang gelael.
Sekira pukul 00.40 WIB, Jumat (1/1/2021), tampak juga ada belasan sepeda motor yang diamankan di atas truk, mereka ditahan di Simpang Jam.
Seorang perempuan yang mengenakan jilbab berwarna biru yang ikut naik ke atas truk mengatakan, bahwa mereka ditahan di Simpang Jam.
"Sama seperti yang di sini. Gara-gara ga pakai helm tadi. Tadi pas lampu merah, terus saya ditahan sama pak polisi, katanya gara-gara tak pakai helm," ujarnya.(TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah)
Baca berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01012020razia-kendaraan-malam-tahun-baru.jpg)